Indragiri Hulu (Kemenag) --- Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementeriang Agama Kab. Inhu, Hendriadi memberikan Tausiyah Ramadhan sebelum shalat Dzhuru pada Kamis, 06 Maret 2025 di Musholla Al - Ikhlas (Komplek Perkantoran Kementerian Agama Kab. Inhu) di Kec. Rengat. Tausiyah ini merupakan agenda rutin sebelum shalat dzuhur untuk mengisi waktu sebelum Shalat Isya Dimulai dan dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan. Adapun tema yang diangkat dalam tausiyah itu sendiri adalah 3 hal yang tak terlepas dari kehidupan.
Hendriadi mengungkapkan pertama hal yang tidak lepas dari kehidupan adalah ketidaktenangan, sebagai makhluk sosial kita selalu dipertanyakan oleh hal - hal yang mengusik diri kita, "kapan lulus kuliah ? setelah lulus kuliah ditanya kapan kerja ? setelah kerja ditanya kapan menikah ? setelah menikah ditanya menikah kapan punya anak ? dan seterusnya" ujar Hendriadi, pertanyaan - pertanyaan itu tidak akan berhenti dan mengusik jiwa kita hingga tidak tenang.
Kedua ialah Perkataan Orang Lain, sebaik apapun kita pasti akan ada cela dimata orang lain, apa lagi kalau kita berbuat buruk, ujar Hendriadi. Alkisah seperti Seorang ayah, anak dan unta, ketika anak naik unta ayah berjalan kaki sang anak orang - orang berkata sebagai anak yang tak berbakti. ketika sang ayah naik unta dan anak jalan kaki orang - orang berkata sebagai orang tua tak punya hati, ketika keduanya menaiki unta orang - orang berkata sungguh kasihan untanya dasar tidak punya nurani, ketika mereka berjalan berdua tanpa menaika unta orang - orang berkata sunggu keluarga yang gila. maka bagaimanapun keadaan kita pasti ada yang berbica dibelakang ketga.
Yang Ketiga adalah kematian, sungguh tidak ada makhluk yang bernyawa yang tidak akan mati. semua yang hidup akan kembali kepada sisi Allah SWT. maka dari itu Hendriadi mengatakan untuk menghadapi 3 hal ini maka kita juga hadapi dengan 3S yakni Shalat, Syukur dan Sabar. Kalau Shalatnya baik maka baiklah amalannya, jika kita bersyukur atas segala yang diberi maka terasa cukuplah hidupnya dan jika kita Sabar menghadapi maka niscaya Allah SWT cinta kepada kita.
melalui tausiyah ini Hendriadi berpesan agar kita selalu menjadi pribadi yang tidak pernah meninggalkan Shalat, selalu bersyukur dan menjaga kesabaran diri.
(Reski)