Indragiri Hulu (Kemenag) — Senin (28/07/2025) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, H. Hendriadi, secara resmi membuka kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Falah Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu.
Kegiatan
ini diikuti oleh seluruh guru MTsS dan MAS Nurul Falah sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan mewujudkan suasana belajar yang lebih
bermakna, humanis, dan penuh empati di lingkungan madrasah.
Dalam
sambutannya, H. Hendriadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
pelatihan ini sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menjawab tantangan
pendidikan abad 21. Ia menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar
pendekatan emosional, tetapi juga sarat nilai-nilai keislaman dan penguatan
karakter peserta didik.
“Kurikulum
Berbasis Cinta menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses
belajar mengajar. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan
nilai, memberikan inspirasi, dan membentuk akhlak peserta didik dengan
pendekatan yang menyentuh hati,” ujar Hendriadi.
Selain
membuka acara, Hendriadi juga turut menyampaikan materi pembinaan dan penguatan
peran guru madrasah dalam menyukseskan transformasi pembelajaran berbasis deep
learning. Ia mengajak para guru untuk lebih kreatif dan adaptif dalam
merancang proses belajar yang menggugah daya pikir kritis, kolaboratif, dan
eksploratif dari siswa.
Kepala
MTsS dan MAS Nurul Falah, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan IHT
ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi guru yang secara rutin
dilaksanakan oleh lembaga. Ia berharap para guru mampu mengimplementasikan
hasil pelatihan ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan
IHT ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan menghadirkan
fasilitator dari kalangan praktisi pendidikan serta pengawas madrasah. Materi
yang dibahas mencakup desain pembelajaran bermakna, strategi evaluasi
pembelajaran yang menumbuhkan, serta integrasi nilai-nilai karakter dalam
proses pendidikan.
Dengan
adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas pembelajaran di MTsS dan MAS Nurul
Falah semakin meningkat dan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
(Reski)