0 menit baca 0 %

Kasi Penmad Kemenag Inhu Ikuti Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Hendriadi,  mengikuti kegiatan Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun bagi Pemangku Kepentingan di Daerah Region 2 yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu (20/8/...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Hendriadi,  mengikuti kegiatan Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun bagi Pemangku Kepentingan di Daerah Region 2 yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu (20/8/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai upaya memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah dalam mendukung implementasi wajib belajar 13 tahun, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah atas.

Dalam kesempatan itu, Hendriadi menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara Kemenag dan Kemendikdasmen, agar program wajib belajar benar-benar dapat diakses secara merata oleh masyarakat.

“Madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Melalui advokasi ini kita berharap ada penyamaan persepsi sekaligus penguatan komitmen bersama, sehingga anak-anak kita, baik di sekolah umum maupun madrasah, memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan hingga jenjang menengah atas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendriadi juga menyampaikan bahwa Kemenag Inhu siap mendukung implementasi program wajib belajar 13 tahun melalui penguatan mutu madrasah dan peningkatan akses pendidikan.

“Kita di daerah tentu akan terus berupaya mendukung, baik dari sisi penyediaan layanan pendidikan maupun peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Dengan begitu, tujuan besar mencerdaskan kehidupan bangsa bisa tercapai,” tambahnya.

Program Advokasi Wajib Belajar 13 Tahun ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah di Region 2. Melalui forum ini, pemerintah pusat berharap ada percepatan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

(Reski)