Kampar (Kemenag) - Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Kampar, yakni Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bapak Masnur. Dalam pemaparannya, Masnur menyampaikan bersbagai hal strategis mengenai penguatan tata kelola madrasah, perencanaan program kerja, serta penerapan Kurikulum cinta di lingkungan madrasah.
Masnur juga menyoroti peran penting operator
madrasah dalam mendukung sistem data pendidikan nasional. Ia menyampaikan bahwa
kolaborasi antara kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan operator
sangat diperlukan agar proses administrasi berjalan efektif dan efisien.
“Tantangan pendidikan ke depan adalah kolaboratif dan berbasis data, maka
madrasah harus siap,” tegasnya.
Para peserta mengikuti sesi ini dengan
antusias. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait teknis
manajemen madrasah, pelaporan EMIS, hingga strategi peningkatan mutu pembelajaran.
Materi yang dibawakan Masnur dinilai sangat relevan dan bermanfaat bagi
peningkatan kapasitas peserta.
Masnur memaparkan berbagai hal strategis terkait implementasi Kurikulum Cinta,
pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen madrasah, dan pentingnya
kolaborasi dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Kunci keberhasilan madrasah ke depan adalah
kepemimpinan yang adaptif, tenaga pendidik yang kreatif, dan sistem digital
yang efektif,” ungkap Masnur.