0 menit baca 0 %

KASI PENMAD SECARA RESMI BUKA DAN BERI MATERI PELATIHAN PKB MGMP BAHASA INDONESIA MADRASAH ALIYAH INHU RIAU 0011

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Senin 8 November 2021, Kasi Penmad Kankemenag Kab. Inhu, Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I secara resmi buka dan memberikan arahan sekaligus penyampaian materi Moderasi Beragama kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Indr...

Indragiri Hulu, (Inmas). Senin 8 November 2021, Kasi Penmad Kankemenag Kab. Inhu, Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I secara resmi buka dan memberikan arahan sekaligus penyampaian materi “Moderasi Beragama” kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Indragiri Hulu Riau 0011 Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, tempat di Aula MAN 1 Indragiri Hulu.
Turut hadir mendampingi, Kepala MAN 1 Inhu, Suparman, S.Ag., M.Pd; Pengawas MTs/MA, Dra. Hasanah sekaligus merupakan Pembina MGMP; dan FasDa Literasi Bahasa Indonesia MA Kab. Inhu, Nurliani, S.Pd.
Kementerian Agama di dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan peningkatan mutu pembelajaran melalui peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah.
Strategi peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan pada Direktorat GTK Madrasah, Kementerian Agama memutuskan untuk memperkuat peran KKG/ MGMP/ MGBK/ KKM/ POKJAWAS, dengan membangun komunitas belajar guru yang paling dekat dengan tempat kerja mereka (gugus) dalam upaya pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru, Kepala Madrasah, dan Tenaga Kependidikan Madrasah yang diimplementasikan melalui proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) – yang disingkat REP atau MEQR, yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama dengan sumber pendanaannya melalui Pinjaman Luar Negeri Bank Dunia (IBRD Loan No.8992-ID) dari tahun 2020 sampai dengan 2024.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan diri seseorang secara terus menerus dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang professional. Sepanjang karirnya guru dituntut untuk terus mengasah diri sebagai seorang pendidik professional yang adaftif dan inovatif.
Tujuan program PKB Guru untuk meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Profesional Guru dalam mengemban tugas sebagai pendidik.
Kepada peserta agar mengikuti pelatihan PKB bersama FasDa yang dilaksanakan mulai 8 s.d 25 November 2021 agar serius serta tuntas agar tercapai tujuan program PKB Guru, ujar Kasi Penmad dalam arahannya.
Tujuh Program Prioritas Kementerian Agama saat ini, yakni Penguatan Moderasi Beragama; Kemandirian Pesantren; Revitalisasi KUA; Transformasi Digital; Cyber Islamic University, Religiousity Index; dan Tahun Toleransi.
Agama tidak perlu dimoderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan, dan keseimbangan (Al-Baqarah: 143). Bukan agama yang harus dimoderasi, melainkan cara pandang dan sikap umat beragama dalam memahami dan menjalankan agamanya yang harus dimoderasi. Tidak ada agama yang mengajarkan ekstremisme, tapi tidak sedikit orang yang memahami dan menjalankan ajaran agamanya secara ekstrem.
Guru madrasah harus mampu membuat pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik yang beragam/heterogen serta terhadap pengembangan potensi peserta didik secara adil dan proporsional. Guru madrasah harus menjadi living model sikap toleransi. Implementasi penanaman nilai moderasi beragama kepada peserta didik tidak harus dituang dalam administrasi pembelajaran (RPP), namun guru wajib mengkondisikan suasana kelas dan melakukan pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat dalam beragama serta menyampaikan pesan moral kepada peserta didik. Guru madrasah harus mampu mengembangkan materi pembelajaran dengan kreatif dan inovatif yang dapat mengakomodir keberagaman peserta didik, ujar Kasi Penmad dalam pemaparan materinya.(tulang)