Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam adat Melayu Riau, terdapat suatu tradisi pada malam sebelum resepsi/pesta pernikahan, yaitu Cecah Inai.
Pada malam hari sebelum dilaksanakannya pesta pernikahan, biasanya pihak mempelai pria akan mengantarkan mempelainya ke rumah mempelai wanita. Disinilah diadakannya tradisi cecah inai, yaitu di rumah mempelai wanita.
Dalam pelaksanaan Cecah Inai, acara ataupun kegiatan dilaksanakan oleh para tetua adat, para tokoh adat, penghulu, ulama, serta sanak family dari kedua mempelai. Dimana peralatannya yang dipersiapkan dan digunakan dalam kegiatan Cecah Inai terdiri dari air bedak, beras basuh, beras kunyit, bunga rampai, bertih, air mawar dan inai.
Dalam pelaksanaan Cecah Inai, kedua pengantin bersanding di pelaminan, kemudian satu persatu para tokoh adat maju ke pelaminan menghampiri pengantin dan memberikan bedak sejuk ke tangan kedua mempelai, dilanjutkan dengan menabur beras putih, beras kunyit, air tawar dan terakhir inai.
Prosesi Cecai Inai diakhiri dengan mengangkat tangan kedua mempelai, pertanda telah selesainya pelaksanaan Cecah Inai, dan diakhiri dengan doa bersama.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kankemenag Kab. Inhu, H. A. Razak, S.Ag,M.Pd.I (urut tiga dari sisi kanan pada gambar) usai menghadiri acara Cecah Inai di Kecamatan Kuala Cenaku pada Sabtu, 5 Desember 2020.(tulang)
KASI PHU HADIRI ACARA CECAH INAI
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam adat Melayu Riau, terdapat suatu tradisi pada malam sebelum resepsi/pesta pernikahan, yaitu Cecah Inai.Pada malam hari sebelum dilaksanakannya pesta pernikahan, biasanya pihak mempelai pria akan mengantarkan mempelainya ke rumah mempelai wanita.