Kampar ( Kemenag )--Subuh yang sejuk di lingkungan Pondok Pesantren Muallimin Bangkinang Kota terasa semakin menyejukkan hati dengan lantunan nasihat yang disampaikan dalam kultum baโda Subuh oleh salah satu santri, Ananda Zaki Alfarizi. Dalam kultumnya, Jumat, 23/5/2025. Zaki mengangkat tema penuh makna tentang luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya:
"Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah..." (QS. Az-Zumar: 53)
Zaki mengingatkan seluruh santri dan jamaah bahwa Allah tidak pernah menutup pintu taubat bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Ia menekankan bahwa taubat bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti keyakinan bahwa kasih sayang Allah melampaui dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia.
โTaubat adalah jalan pulang. Kita tidak harus menunggu sempurna untuk kembali kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat,โ ucapnya penuh keyakinan.
Kultum singkat namun menggugah ini menjadi penyemangat bagi para santri untuk memulai hari dengan semangat memperbaiki diri. Zaki menutup pesannya dengan ajakan agar setiap Subuh dijadikan momentum awal untuk berubah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Semangat perubahan dan kesadaran spiritual ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter santri di Muallimin Bangkinang Kota, menjadikan setiap momen ibadah sebagai kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat iman. ( Fatmi/Hms PP Muamulimin )