0 menit baca 0 %

Kasubbag TU Pemateri Revolusi Mental Dan 5 Nilai Budaya Kerja Kemenag

Ringkasan: Dumai (Inmas) Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah (MDTA) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Padang sejak 15 Maret lalu, dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.

Dumai (Inmas) – Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah (MDTA) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Padang sejak 15 Maret lalu, dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Ade A. Yani, sekaligus menjadi pemateri pada kegiatan tersebut. Senin (15/03/2021) siang.

Dalam materinya ia menyampaikan bahwa sebagai warga negara dan tenaga pendidik, peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai revolusi mental yang dicanangkan presiden Jokowi, yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong.  Impelemntasi dari nilai-nilai tersebut diharapkan mampu  menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang  profesional dengan kinerja yang tinggi karena adanya perubahan cara pikir dan sikap serta  perilaku.

Nilai-niai tersebut dalam uraiannya seirama dengan lima nilai dasar Kemenag, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Intergitas berarti adanya kesesuaian antara hati dan perbuatan dan mencerminkan kejujuran seorang ASN. Profesionalitas artinya memahami tugas pokok dan fungsi dan mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.  Inovasi mempunyai makna adanya kreativitas ASN sehingga ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan menemukan cara-cara baru dalam bekerja agar lebih efektif. Tanggung jawab artinya adanya kesadaran akan profesi yang dijalankan, mampu dan berlomitmen  menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. Terakhir keteladanan yang bermakna bahwa sebagai ASN harus menjadi contoh baik bagi ASN lainnya dan masyarakat.

Lebih lanjut Kasubbag TU H. Ade A. Yani menyampaikan bahwa Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah tersebut dikatakan berhasil karena adanya peningkatan kompetensi peserta antara sebelum dan sesudah pelatihan serta tingkat kedisiplinan yang tinggi pada peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran. Di samping itu,  peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan widyaiswara dengan baik dan sikap serta perilaku peserta yang memenuhi syarat sebagai pendidik di lembaga pendidikan. Ucapnya mengakhiri materi pada kegiatan tersebut. (Arief)