Kampar ( Kemenag ) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kampar Plus Keterampilan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 1 Gedung Baru SBSN MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Kamis (18/12/2025), dan dimulai pukul 10.45 WIB.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Muhammad Luthfi Ubaidillah, selaku Kasubtim Guru pada Subdirektorat Bina Guru MA/MAK, Direktorat GTK Madrasah Pendis Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sabaruddin, S.Kom., M.M, selaku Ketua Tim GTK Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, unsur pimpinan madrasah, guru, serta tenaga kependidikan MAN 4 Kampar.
Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat transformasi pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai kemanusiaan, serta penguatan moderasi beragama. Kurikulum ini menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang humanis, empatik, dan berlandaskan kasih sayang dalam setiap proses pendidikan.
Dalam pemaparannya, Muhammad Luthfi Ubaidillah menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta lahir sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era modern yang menuntut madrasah untuk mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang harus diperlakukan secara manusiawi, dihargai potensinya, serta didampingi dengan pendekatan yang penuh empati. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, keteladanan, dan kasih sayang,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa peran guru madrasah sangat strategis dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut di kelas. Menurutnya, guru harus mampu menjadi teladan, pembimbing, dan fasilitator yang menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara itu, Sabaruddin, S.Kom., M.M, selaku Ketua Tim GTK Kanwil Kemenag Provinsi Riau, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan sosialisasi di MAN 4 Kampar. Ia berharap para guru dapat memahami secara utuh konsep Kurikulum Berbasis Cinta dan menerapkannya dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan dalam kesempatan tersebut menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Ia menegaskan komitmen MAN 4 Kampar untuk terus berbenah dan berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sejalan dengan kebijakan dan arah pengembangan pendidikan madrasah dari Kementerian Agama.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para guru tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan menyampaikan berbagai pertanyaan serta pengalaman terkait praktik pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di MAN 4 Kampar Plus Keterampilan semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang berkelanjutan. Kehadiran kurikulum ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh. (kj/ fatmi)