0 menit baca 0 %

Kec. Kampar Juara Umum MTQ ke 44 Tingkat Kab. Kampar

Ringkasan: Kampar (Humas) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 44 tingkat Kab. Kampar tahun 2013 di Kec. Kampar Resmi di tutup oleh Bupati Kampar H Jefry Noer hari senen malam (20/05). Hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.
Kampar (Humas) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 44 tingkat Kab. Kampar tahun 2013 di Kec. Kampar Resmi di tutup oleh Bupati Kampar H Jefry Noer hari senen malam (20/05). Hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Plt Sekda Kab. Kampar Drs Zulpan Hamid, Ketua DPRD Kab. Kampar, Seluruh Kepala Dinas, Camat, dan belasan ribu Masyarakat yang hadir. Dalam acara penutupan MTQ tersebut di umumkanlah para pemenang setiap cabang yang di perlombakan oleh ketua LPTQ Kab. Kampar Drs H Idris Taher. Yang mana Juar umum untuk tahun ini di menangkan oleh tuan rumah yakni Kecamatan Kampar. Untuk peringkat ke dua dimenangkan oleh Kec. Siak Hulu, dan peringkat ke tiga dimenangkan oleh Kec. Bangkinang Seberang. Sedangkan untuk pearingkat ke empat di raih oleh Kec. Gunung Sahilan, peringkat ke lima di raih oleh Kec. Kampar Utara, Peringkat ke enam di raih oleh Kec. Perhentian Raja, Peringkat ke tujuh di raih oleh Kec. Kampar Kiri tengah, peringkat ke delapan di raih oleh Kec. Bangkinang, peringkat ke sembilan diraih oleh Kec. Tapung dan peringkat sepuluh di raih oleh Kec. Kampar Kiri Hilir. Dalam pidatonya Fairus mengatakan, kepada seluruh pemenang di setiap cabang untuk tidak berpuas diri dan teruslah belajar agar pada MTQ tingkat Provinsi nanti bisa mengharumkan nama Kabupaten Kampar. Sementara itu, kepada peserta yang belum mendapatkan juara untuk tidak berkecil hati, karena ini hanyalah suatu perlombaan, yang mana dalam perlombaan tentu ada menang atau kalahnya. Lebih lanjut Fairus mengatakan, bahwa saat ini banyak sekali qori/qori’ah yang mempunyai potensi kemudian hijrah ke daerah lain dengan alasan kurang diperhatikan dan ini menjadi sebuah “pe er” bagi kita untuk selalu berusaha memperhatikan akan kebutuhan mereka sehingga asset daerah yang berpotensi ini betul-betul bisa menjadi kebanggan kita bersama,tutupnya. (Ags)