0 menit baca 0 %

Kedokteran Universitas Riau Lakukan Sosialisasi Bahaya dan Dampak Rokok Elektrik di MAN 2 Pekanbaru

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Senin 06 Januari 2025, tim dari Prodi Kedokteran Paru, Fakultas Kedokteran Universitas Riau melakukan sosialisasi tentang "Bahaya Rokok Elektrik dan Non-elektrik Dikalangan Remaja". Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Olimpiade Lantai 3 MAN 2 Kota Pekanbaru.

Pekanbaru (Kemenag). Senin 06 Januari 2025, tim dari Prodi Kedokteran Paru, Fakultas Kedokteran Universitas Riau melakukan sosialisasi tentang "Bahaya Rokok Elektrik dan Non-elektrik Dikalangan Remaja". Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Olimpiade Lantai 3 MAN 2 Kota Pekanbaru.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim, mulai dari tahun 2022 hingga saat ini, sudah ada 6 laporan kematian "sudden death" yang diakibatkan oleh rokok elektrik pada rentang umur 20-35 tahun. Dan saat ini, banyak remaja yang merokok bahkan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Di pekanbaru sebanyak 80% pasien kanker paru berasal dari pengguna atau pemakai rokok elektrik maupun konvensional.

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dikenal karena dapat membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok.  Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok. Padahal sebenarnya, vape dan rokok tembakau sama-sama berbahaya bagi kesehatan tubuh. Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik yaitu: baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung bahan-bahan, seperti: nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung, kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. 

Dokter Yovi selaku konsultan Paru-paru, beliau mengatakan "rokok elektrik atau yang saat ini dikenal dengan Vape, lebih membahayakan dari rokok konvensional. Disamping bahaya dari kandungan liquid nya, rokok elektrik dapat meledak sewaktu-waktu dan ledakan ini dapat membahaya pemakai maupun orang-orang disekitarnya."
Ada 3 jenis orang perokok, yaitu perokok aktif, perokok pasif dan perokok pasif kedua.

Banyaknya pertanyaan dari siswa-siswi MAN 2 Kota Pekanbaru menandakan sangat antusiasnya terhadap bahaya dan dampak merokok ini. (Humas MAN 2 Pekanbaru)