0 menit baca 0 %

Kegiatan Madrasah Ramah Anak (MRA) MIN 3 Indragiri Hilir

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) - Madrasah Ramah Anak atau yang dikenal dengan istilah MRA merupakan upaya untuk mewujudkan pemenuhan hak  dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah: bersih, aman, ramah, lndah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman. Pe...

Tembilahan (Inmas) - Madrasah Ramah Anak atau yang dikenal dengan istilah MRA merupakan upaya untuk mewujudkan pemenuhan hak  dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah: bersih, aman, ramah, lndah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman. 

Penyelenggaraan deklarasi Madrasah Ramah Anak dilakukan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini merupakan wujud gerakan pendidikan yang memberikan kenyamanan dalam pembelajaran, sehingga anak dalam menuntut pendidikan bisa merasa nyaman. 

MIN 3 Indragiri Hilir merupakan salah satu madrasah yang mendukung penuh program MRA dengan menciptakan lingkungan yang bersahabat dengan anak didik, ruang belajar yang kondusif, nyaman, indah, dan asri yang menjadi dambaan semua.

Agar program MRA ini dapat berjalan lancar, baik, dan sesuai dengan yang diharapkan, MIN 3 Indragiri Hilir dalam hal ini terus berbenah fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan sehingga dapat menjadikan MRA menjadi rumah ternyaman bagi anak didik.

Selain terus berbenah fasilitas, sarana dan prasarana, madrasah yang terletak di Pulau Kijang kec. Reteh Kab. Indragiri Hilir ini terus mencoba memaksimalkan setiap kegiatan agar menjadi jembatan bagi keberhasilan program Madrasah Ramah Anak seperti dalam kegiatan “Bermain Beribadah dan Belajar Bersama (4B)” yang terlaksana beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala MIN 3 Indragiri Hilir, Abidin Rifa’i saat pelaksanaan kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan, Jum’at (08/3/2024).

Abidin Rifa’I menjelaskan bahwa “Madrasah Ramah Anak sangat penting dalam proses mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru tanpa kekerasan, menumbuhkan kepedulian, serta memenuhi hak dan melindungi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan",  ujarnya.     ***(Ria/ Santoso)