Indragiri Hulu, (Inmas). Kurikulum merdeka memberikan titik tekan fokus kepada peserta didik. Peserta didik menjadi sentral utama penerima manfaat kebijakan kurikulum merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan dan penilaian autentik konprehensip yang mengakomodir keberagaman kemanusiaan digalakkan. Hasil evaluasi dan penilaian tidak lagi fokus kepada capaian kognitif, tapi harus bisa menggambarkan profil kemanusiaan yang mencakup beragam kecerdasan. Dengan perspektif ini, maka peserta didik yang berprestasi bukan lagi tunggal. Semua peserta didik madrasah adalah berprestasi, yakni prestasi dalam bidangnya masing-masing, sesuai bakat, minat dan kecenderungannya. Keberhasilan kurikulum merdeka di madrasah akan diukur sejauh mana kurikulum dapat merubah suasana kelas lebih membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, secara efektif dan efisien meningkatkan capaian hasil belajar lebih bermakna. Didalam kurikulum merdeka terdapat hal baru yang disebut P5 & P2RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin).
Rabu 7 Februari 2024, dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermanfaat, MTsS Al Islam, alamat Desa Petala Bumi, Kecamatan Seberida melaksanakan observasi lapangan ke lokasi pembudidayaan sayur-mayur di sekitar lokasi madrasah (tempat bp. Suyono) dengan didamping Guru Pembimbing Ely Yunita, S.Pd.I selaku Koordinator dan Asni, S.E selaku Fasilitator.
โKegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema kewirausahaan. Kegiatan observasi lapangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan yang lebih luas bagi siswa-siswi tentang budidaya sayur- mayur sekaligus memberikan gambaran tentang peluang kewirausahaan di bidang pertanian", demikian disampaikan Ely Yunita kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu.(tulang)