Indragiri Hulu, (Inmas). Isra dan Mi raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi momentum khusus baginya untuk memperkuat keimanan dan keyakinannya dengan risalah dan ajaran yang dibawanya. Dalam peristiwa itu, Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Dalam Isra , Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Kemudian dalam Mi raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini, Nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan sholat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut adalah peristiwa yang berharga, karena ketika inilah sholat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha.
Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin. Setiap PAI Non PNS melaksanakan bimbingan/penyuluhan secara berkala/kontinyu. Selain itu, juga memberikan pelayanan terhadap yang bukan kelompok binaan yang membutuhkan bimbingan/penyuluhan maupun mengisi ceramah/tausiyah dalam rangkaian kegiatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).Â
Sabtu 10 Februari 2023, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat Andri Anggi, S.Pd.I mengisi ceramah acara Peringatan Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ) Desa Kuala Cenaku, Kec. Kuala Cenaku.
Peringatan Isra Mi raj memiliki arti yang sangat penting untuk menyadarkan kita selaku umat Islam tentang peristiwa Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW dan dapat memetik pelajaran dari peristiwa tersebut untuk mengoreksi diri kita masing-masing terutama dalam melaksanakan kewajiban sholat lima waktu sekaligus memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peringatan Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW hendaknya mampu meningkatkan kualitas kehidupan beragama, baik dalam hal ketauhidan, ibadah, muamalah maupun akhlakul karimah, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Selaku anggota TP-PKK, kita harus mampu menjaga dan mengawal serta mengarahkan anggota keluarga dan masyarakat agar selalu berada dalam tatanan nilai iman dan taqwa, senantiasa melakukan amal ibadah yang istiqomah, serta memantapkan diri dan keluarga tetap selalu dalam bingkai akhlak yang mulia, demikian penutup ceramah Andri Anggi.(tulang)