0 menit baca 0 %

Kegiatan Sosial Penuh Haru: MIN 1 Kuantan Singingi Doakan Siswa yang Berduka, Tanamkan Nilai Sabar dan Syukur.

Ringkasan: Inmas (Kemenag) Suasana haru menyelimuti kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh MIN 1 Kuantan Singingi sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu siswanya, M.Fatur Rahman, kelas 3.1, yang baru saja kehilangan ayahanda tercinta. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Selasa, (11/11/2025).Kegiatan s...

Inmas (Kemenag) — Suasana haru menyelimuti kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh MIN 1 Kuantan Singingi sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu siswanya, M.Fatur Rahman, kelas 3.1, yang baru saja kehilangan ayahanda tercinta. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Selasa, (11/11/2025).

Kegiatan sosial ini di ikuti oleh Kepala Madrasah, perwakilan majelis guru dan teman teman dari peserta didik yang berduka.

Pada kegiatan ini Kepala Madrasah, Ibu Susanti Apriani, S.Pd, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang berduka. Dalam sambutan singkatnya, beliau mengajak seluruh yang berada dalam kegiatan tersebut untuk mengambil hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan.

“Segala sesuatu sudah digariskan oleh Allah, kita tinggal menjalani. Dalam hidup ini pasti ada ujian dan kesulitan, namun itu semua merupakan tanda kasih sayang Allah kepada kita. Mari kita terima ujian itu dengan sabar, lalu bersyukur. Karena jika kita bersyukur, nikmat Allah akan bertambah,” tutur Ibu Susanti penuh makna.

Beliau menambahkan bahwa ujian hidup harus dihadapi dengan keikhlasan dan tawakal kepada Allah SWT, karena hanya kepada-Nya tempat memohon kekuatan.

“Mari kita sama-sama mengambil hikmah dari musibah ini. Setiap yang bernyawa pasti akan menghadap Allah SWT. Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Susanti juga mengingatkan para peserta didik untuk saling menghormati dan tidak mengejek teman yang sedang berduka.

“Kepada Fatur, semoga menjadi anak yang sholeh, rajin belajar, dan rajin mengaji. Doa anak yang sholeh akan sampai kepada orang tuanya,” ucap beliau lembut.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu juga diisi dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Risman, S.Ag, selaku guru sekaligus pembaca doa. Dalam pesan singkatnya beliau menyampaikan pentingnya kesabaran dan sholat dalam menghadapi kesedihan.

“Obat dari kesedihan hanya dua, yaitu sabar dan sholat. Semua yang datang akan kembali kepada Allah. Tidak dikatakan seseorang itu beriman sampai dia di uji. Karena itu, serahkan segalanya kepada Allah,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar tidak menjauh dari Al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat penawar hati bagi orang-orang yang bersedih.

“Jangan lepas dari Al-Qur’an, karena itu obat hati kita. Allah punya rencana yang jauh lebih baik dari apa yang kita ketahui. Doa anak sholeh tidak ada batasnya, iringi dengan perilaku yang baik. Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan Nya,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Segala yang diberikan Allah adalah tanda kasih sayang-Nya. Mudah-mudahan keluarga Fatur diberi kesabaran dan keteguhan hati, serta kita semua dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini,” tutup Risman, S.Ag. (Devi Amalia)