Pekanbaru (Kemenag) - Sejumlah
jemaah ditemui petugas mengalami gejala dimensia yakni berupa lupa arah jalan
pulang. Demensia adalah kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan
seseorang yang umumnya terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas). Kondisi ini
sangat dimungkinkan terjadi mengingat jemaah lansia pada musim haji tahun ini
cukup banyak.
Demensia sewaktu-waktu bisa
muncul terutama disebabkan kelelahan dan dehidrasi. Bagi jemaah lansia sangat
disarankan untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri beraktivitas
di luar kegiatan ibadah haji. Hal itu dapat memicu kelelahan ataupun terjadi
dehidrasi akibat paparan cuaca panas di Arab Saudi.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi meminta kepada seluruh petugas
kloter dan jemaah agar tidak memaksa diri untuk melakukan aktifitas yang membawa dampak
terjadinya dimensia.
“Saya minta kepada petugas
Kloter dan Jemaah jangan memaksa diri melakukan aktifitas ekstra yang membawa
dampak terjadinya gejala dimensia atau lupa. Jauhkan Jemaah dari muncul nya
penyakit tersebut. Kepada para pendamping jemaah diimbau untuk selalu mengajak
mereka bersosialisasi, berdoa, zikir bersama, kemudian hindari yang bisa
menyebabkan jemaah lansia menjadi lelah”.
Gangguan ini menurut tenaga medis,
tutur Muliardi secara umum dipicu oleh dua hal, baik karena faktor sosial atau
psikososial maupun faktor pribadi atau psikologis. Selain itu juga dipicu oleh
faktor biologis. Gangguan jiwa jenis ini juga biasanya dipicu faktor genetic.
Demensia biasanya diikuti dengan
gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu, dan
disorientasi orang-orang di sekitarnya. Gejala yang bisa terlihat di awal
biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja
dialami. Kemudian, sulit mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, termasuk
sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari
kampungnya.
“Jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi
kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau
melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia,”
ujarnya.