Bengkalis (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Khaidir Ikut melaksanakan rukyatul hilal bertempat di pantai selatbaru Kab. Bengkalis, Jumat (28/02/25).
H. Khaidir mendampingi Kepala Kantor Wilayah Kemeterian Agama Provinsi Riau H. Muliardi berserta Tim hisab dan rukyat Kementerian Agama Provinsi Riau yang sebelumnya telah tiba dilokasi Pantai selatbaru pada pukul 17.00 WIB di titik koordinat yang telah ditentukan dan bebas dari halangan pandangan.
Plt Kabag Kesra Kantor Bupati Bengkalsi H. Herman Nur, Ketua Pengadilan Agama Bengkalsi Rahmatullah Ramadan D, Kasubbag TU Kemenag Bengkalis H. Zulkarnaen, Kasi Bimas Islam Mahzum, Kasi PHU Kemenag Bengkalis H. Rusli, Kepala KUA Bengkalis Suhardi dan Kepala KUA Bantan H. Nasuha, Pimpinan Bank BSI Bengkalis Idham Khalid serta beberapa orang dari masyarakat setempat ikut hadir di Pantai Selatbaru Kab. Bengkalis.
Kepala Kanwil Kemenag Riau H. Muliardi mengatakan "Karena mendung dan berawan hilal tidak terlihat, karena perkiraan dari pukul 18.32 - 18.47 WIB posisi hilal berada di 4,5 derajat, menurut MABIMS itu hanya 3 derajat ketinggian hilal sudah jatuh awal ramadhan, berarti besok kita sudah bisa melaksanakan puasa ramadhan, namun sebagai warga negara, umaroh kita yang dikomandoi Kementerian Agama tetap menunggu sidang isbat".
Pernyataan ini pun di benarkan oleh Kepala Kemenag Bengkalis H. Khaidir yang juga ikut meneropong anak bulan (Rukyatul Hilal) dan mengakui juga tidak dapat melihat hilal akibat terlindung awan.
Adapun hasil rukyat menjelang Ramadan 1446 H di titik lokasi pantai selatbaru Bengkalis, Jumat (28/02/25) diperkirakan hilal berada di atas ufuk 04.30’03", dengan lama hilal di atas ufuk 00:20:58, berada pada posisi 1 derajat 11 menit 11 detik (belahan utara dan sebelah kanan matahari). Azimut matahari 262?15'00" dan azimut bulan 263? 26'11".
Dengan demikianKepala Kanwil Kemenag Riau Muliardi berharap, dengan penetapan ramadhan 1446 H ini masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadan dengan Menyenangkan dan Menenangkan.
"Ramadhan
menyenangkan kita sambut ramadhan dengan suka cita dengan kegembiraan, karena
bulan ini adalah bulan suci ramadhan abgi umat islam, lalu beranekaragam
mengkaji kitab Al Quran dengan tadarus, menteri Agama berpesan untuk
menghidupkan imaroh ramadhan sehingga taklimnya hidup selama ramadhan" .
"Menenangkan, ketika ramadhan kita sambut dengan kegembiraan otomatis kebahagiaan itu dihiasi dengan beranekargam program - program kita untuk ibadah amaliah selama ramadhan, otomatis menjadi ketentraman bagi setiap pemeluk agama menjalankan ibadahnya, sesuai dengan keyakinannya masing masing, sehingga para soimin dan soimat dekat dengan ajaran agama, apa bila umat dengan ajaran agama nya otomatis output akan bergerak menuju kerukunan umat beragama, karena setiap umat beragama harus dekat dengan umat nya". Lanjut Muliardi
"Mudah - mudahan, kebersamaan akan lahir ketika penentuan ramadhan ini bersama, apapun ormasnya tapi satu dalam waktu mulainya awal ramadhan, mudah - mudahan awal syawal nantinya bisa bersatu". Pungkas Muliardi.
Pada
kesempatan yang sama H. Khaidir juga menyaimpaikan harapan “Marilah kita raih
keberkahan dan harapan selama di bulan Ramadhan dan mari pula kita sambut puasa
Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan menyenangkan. Ramadhan bulan penuh
keberkahan dan kemuliaan adalah sebagai usaha untuk mencapai ketaqwaan dan kemenangan diri sebagai seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT. Marhaban Ya Ramadhan”.
Â