Bengkalis (Kemenag) - Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Khaidir meresmikan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Bequranic Bengkalis Ahad, 01/12/2024 di Ponpes Bequranic Bengkalis
Desa Pangkalan Batang Barat Kecamatan Bengkalis.
Saat ini terdapat 9 orang siswa
MI Bequranic yang sedang melangsungkan pendidikan di tingkat dasar (SD/MI) di Ponpes
Bequranic Bengkalis.
H. Khaidir di hadapan 790
Santri Ponpes Bequranic dan para ustadz-ustadzah pengasuh Ponpes Bequranic mengawali
sambutannya dengan mengatakan “ Sangat bersyukur dapat bersilaturrahmi di tempat
yang mulia dan penuh berkah ini yakni di Pondok Pesantren. Â Pondok pesantren adalah tempat yang telah
mendapat jaminan Allah SWT karena di Pondok pesantren lah kita diajarkan
tentang pedoman hidup manusia yakni mempelajari Al Quran dan Al Hadist. Selain itu
kita juga diajarkan Kebersamaan dalam mencapai tujuan hidup dan bermanfaat bagi
orang lain”.
“Kepala Kantor Kementerian
Agama adalah miliknya seluruh umat beragama. Pelayanan yang diberikan oleh
Kementerian Agama adalah pelayanan yang menyentuh umat beragama. Di negara kita
ada enam agama yang diakui oleh pemerintah dan itu diatur dalam peraturan
perundang-undangan. Maka kita perlu mengedepankan sikap moderasi beragama untuk
mencapai tujuan hidup tadi dan bermanfaat bagi orang lain”. Lanjut H. Khaidir
“Jadikan Pondok pesantren seperti
siklus pasar yakni tempat yang selalu didatangi orang ramai. Maka beruntunglah
orang yang telah masuk ke pondok pesantren, Â karena pesantren disamping ramai dikunjungi
orang juga mengajarkan tujuan hidup (Al Quran dan Al Hadist) juga bermanfaat
bagi orang lain”. Tegas H. Khaidir.
H. Khaidir juga menjelaskan “Ada
dua hal yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan, yakni Transfer Knowlage (Transfer
Ilmu) dan Change Behavior (Merubah Perilaku). Dalam transfer knowlage lakukanlah
secara sempurna seratus persen. Ustadz atau Ustadzah silahkan transferkan ilmu
yang dimiliki secara total full seratus persen. Tapi dalam Change Behavior (merubah
perilaku murid) jangan berharap sampai seratus persen karena guru atau ustadz-ustadzah
itu adalah second parent (orang tua kedua)”.
“Pondok Pesantren harus dikelola secara bersama dan harus mampu merangkul masyarakat yang majemuk demi mewujudkan generasi dan kehidupan bangsa yang Qurani”. Tutup H. Khaidir.
Kepala Desa Pangkalan Batang
Barat diwakili Sekdes Munawwir  dalam
sambutannya mengatakan “Desa Pangkalan Batang menurut sejarah dulu merupakan desa
yang pernah memiliki tokoh pendidikan keagamaan yang terkenal seperti Tuan Guru
Haji Ahmad, nama ini kini menjadi nama di perpustakaan Kab. Bengkalis. Maka apa
yang dilakukan oleh Ponpes Bequranic ini merupakan usaha untuk meningkatkan kembali
pendidikan keagamaan yang ada di desa Pangkalan Batang Barat dan memelihara
nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu kami selaku aparat pemerintah
mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pondok pesantren Bequranic Ini”.
Sementara Pimpinan Ponpes
Bequranic Ust Suhami dalam sambutannya mengatakan “Yang melatarbelakangi lahirnya
MI Bequranic ini adalah berangkat dari perilaku anak SD yang ia lihat menirukan
joget tiktok di HP dan tidak sesuai menurut ketentuan agama bahkan joget itu sudah
menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat.
Ust Suhaimi juga mengucapkan
terimakasih kepada Kepala Kantor Kementeraian Agama Kab. Bengkalis beserta
rombongan yang telah berkenan hadir di Ponpes Bequranic Bengkalis.Â
Sebagai informasi bahwa kini
Ponpes Bequranic Bengkalis telah memiliki jenjang pendidikan di tingkat MI, SMP
dan SMA, Insyaallah kedepannya Ponpes Bequranic akan merintis untuk mewujudkan pendidikan
di tingkat perguruan tinggi dengan nama Perguruan Tinggi Bequranic.
Tampak hadir saat peresmian
MI Bequranic Bengkalis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkalis H
Khaidir, Kepala MIN 1 Bengkalis H. Hamid, Kepala MI Senderak Rahyono, Kepala
Desa Pangkalan Batang Barat diwakili Sekdes Munawwir, Kepala Desa Pangkalan
Batang, Kepala Desa Sebauk, ASN senior Kementerian Agama Suarno, Ketua RW/ RT
terdekat, Kepala Dusun terdekat, Bapak/ibu wali murid MI Bequranic dan tamu
undangan lainnya.