Kemenag dan MUI Rohul Dialog Sengketa Penetapan Arah Kiblat
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA bersama Ketua Majelis Ulama Indonesdia (MUI) Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, lakukan dialog sengketa penetapan arah kiblat bersama jamaah masjid Al-Ishlah Dalu-Dalu Kec Tambusai, Senin malam, (8/7/2013) bertempat di Masjid Al-Ishla...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA bersama Ketua Majelis Ulama Indonesdia (MUI) Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, lakukan dialog sengketa penetapan arah kiblat bersama jamaah masjid Al-Ishlah Dalu-Dalu Kec Tambusai, Senin malam, (8/7/2013) bertempat di Masjid Al-Ishlah.
Hadir dalam kesempatan itu, selain Kakan Kemenag Rohul dan Ketua MUI Rohul, hadir juga Ketua MUI Kec Tambusai H Ahmad Darwis, Kepala KUA Kec Tambusai Syamsu Azhari SAg, MSy, Ketua RW, Ketua RT setempat, pengurus dan imam masjid Al-Ishlah beserta jajarannya, dan ratusan jamaah masjid Al-Ishlah.
Sengketa arah kiblat ini bermula dengan adanya keinginan pengurus serta imam masjid untuk mengukur ulang tentang posisi arah kiblatnya. Keinginan itu ditindaklanjuti dengan meminta Kemenag Rohul mengukur dan menetapkan arah kiblat masjid. Setelah diukur ulang, maka arah kiblat harus digeser ke arah kanan masjid.
Ketika terjadi penggesaran inilah, maka timbul konflik dan perbedaan pendapat di kalangan masyarakat, khususnya jamaah masjid Al-Ishlah. Hal ini disebabkan karena arah kiblat yang selama ini dipegangi oleh masyarakat, ternyata harus bergesar ke sebelah kanan.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA yang didaulat sebagai nara sumber utama tentang penetapan arah kiblat ini, menyatakan bahwa menghadap kiblat dalam sholat adalah bahagian yang tidak terpisahkan dari ibadah sholat, sebab menghadap kiblat adalah termasuk dalam syarat-syarat sholat.
Dikatakannya, jika sholat di Masjidil Harom Makkah harus menghadap Ka’bah, sehingga sholat berhadap-hadapan antara satu sama yang lain. Jika sholat di Madinah maka menghadap arah Makkah. Jika sholat di Indonesia maka menghadap arah barat serong ke kanan sedikit. Jika sholat di Eropa, maka menghadap timur sebab posisi Makkah adalah di bagian timur dari Negara-negara Eropa.
Ketua MUI Rohul menyatakan bahwa para ulama kita dahulu dengan segala keterbatasannya, telah menetapkan arah kiblat masjid kita ini dan kita mengikutinya. Hal ini telah sesuai dengan fiqh Islam. Masalah yang timbul adalah ketika kita mengukur ulang dengan peralatan canggih, ternyata posisi arah kiblatnya kurang pas.
JIka posisi arah kiblat kurang pas, maka kita berkewajiban mempaskan posisi arah kiblat sesuai dengan ukuran tersebut, sebab bergeser sedikit saja arah kiblat, maka larinya akan sangat jauh. Alhamdulillah, jamaah masjid dapat mengikuti arah kiblat sesuai ukuran terbaru, tegasanya.***(Ash)