0 menit baca 0 %

Kemenag Harus Bersinergi dengan Pemkab Inhil

Ringkasan: Tembilahan (Humas)- Program pembangunan bidang keagamaan Kementerian Agama (kemenag) harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil). Sehingga pembangunan keagamaan di daerah yang cukup heterogen tersebut dapat tetap berjalan seiring dengan pemerintah setempat.
Tembilahan (Humas)- Program pembangunan bidang keagamaan Kementerian Agama (kemenag) harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil). Sehingga pembangunan keagamaan di daerah yang cukup heterogen tersebut dapat tetap berjalan seiring dengan pemerintah setempat. Karena pembangunan tampa diiringin dengan pembangunan keagamaan akan kacau begitu juga sebaliknya. Demikian diungkapkan Bupati Inhil, Indra Mukhlis melalui Pelaksana Harian Sekretariat Pemda Inhil, Drs Said Ismail, pada acara pisah sambut Kepala Kantor Kemenag Inhil lama, Drs H Abdul Aziz MM kepada Ka Kankemenag Baru, Drs H Azhari MA, pekan lalu. Menurutnya, acara pisah sambut yang digelar tersebut memberi arti penting bagi kelanjutan program pembangunan keagamaan di Inhil. Dengan pisah sambut menunjukkan adanya hubungan harmonis antara pejabat lama dan yang baru. "Tugas boleh ganti, jabatan boleh tukar tapi ukhuwah islamiyah dan silaturrahmi jangan sampai terputus, karena ganti tugas dan jabatan merupakan hal yang lumrah menunjukkan adanya proses kaderisasi. Karena tampa ini, proses kaderisasi akan mandek yang berujung pada akhir yang kurang baik karena akan timbul kejenuhan," tegasnya. Menurutnya, masyarakat inhil yang cukup heterogen dan kondisi geografis yang sulit dijangkau membutuhkan upaya bahu- mambahu dalam pembangunannya. Untuk itu, baik itu Kemenag, Pemda, maupun masyarakat harus merapatkan barisan dalam rangka mewujudkan Inhil berjaya dan bergemilang tahun 2025 mendatang. "Dengan bersama- sama tugas yang berat jadi ringan. Untuk itu, ka kankemenag baru harus melanjutkan program yang telah dibuat oleh ka kankemenag yang lama. Selain membuat program- program strategis lainnya," harapnya. Ia menambahkan, pembangunan bidang agama memainkan peranan strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Peran strategis tersebut terbentuk karena agama mampu membentuk karakter dan perilaku positf masyarakat, meningkatkan motivasi, serta membatasi perilaku negatif masyarakat. (msd)