0 menit baca 0 %

Kemenag Indragiri Hilir Ikuti Orientasi Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut berpartisipasi dalam Orientasi Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja bagi Tim Pembina dan Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom...

Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut berpartisipasi dalam Orientasi Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja bagi Tim Pembina dan Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis hingga Sabtu, 10-12 Juli 2025. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Inhil yang diwakili oleh Ela Nurlela dari staf bagian pendidikan madrasah perwakilan dari Kantor Kemenag Inhil yang turut mengikuti kegiatan.

Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, serta didukung oleh UNICEF. Orientasi ini menyoroti remaja sebagai kelompok intervensi prioritas dalam pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya dalam perbaikan gizi di lingkungan sekolah dan madrasah, yang terintegrasi dalam penerapan UKS/M.

Ela Nurlela menyatakan pentingnya partisipasi dalam kegiatan ini. "Orientasi ini sangat relevan dengan upaya kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah dan remaja di madrasah. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi pelayanan kesehatan dan gizi yang efektif, sejalan dengan visi UKS/M," ujarnya.

Selain perwakilan dari Kemenag Inhil, turut hadir secara daring dari Kabupaten Indragiri Hilir adalah Kepala MAN 1 Indragiri Hilir, H. Abdullah, dan Kepala MTsN 2 Inhil, Sri Muliyati. Keikutsertaan mereka menunjukkan komitmen madrasah di Indragiri Hilir dalam mendukung program kesehatan remaja.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan hingga tahun 2024, orientasi ini kembali diselenggarakan di 60 kabupaten/kota di 6 provinsi, menegaskan kembali fokus pada peningkatan kapasitas terkait pelayanan kesehatan dan gizi remaja. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari orientasi ini dapat diimplementasikan secara optimal untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan produktif.  (Ria)