Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut ambil bagian dalam upaya serius penanganan stunting di daerah. Kepala Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Inhil, H. Guspiandi, yang mewakili Kepala Kantor, diamanahkan sebagai pemandu doa pada acara kegiatan Orientasi Teknis Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Indragiri Hilir yang digelar pada Rabu (2/7/2025).
Acara penting ini turut dihadiri dan mendapat perhatian
khusus dari Ketua TP-PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman,
yang juga tampil sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh peserta
dari 20 kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir, terdiri dari kader KB, kader
PKK, dan tenaga kesehatan (bidan) yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga
(TPK). Mereka merupakan ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting di
tingkat desa dan kelurahan.
Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Sekretaris Daerah
(Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi Jauhari, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat sinergi lintas sektor
dalam menurunkan angka stunting. Ia menyoroti data yang menunjukkan Kabupaten
Indragiri Hilir menempati urutan kedua tertinggi di Provinsi Riau dengan 52,7%
keluarga berisiko stunting, setelah Kabupaten Kepulauan Meranti (75,71%) dan di
atas Kabupaten Rokan Hilir (35,85%).
"Langkah percepatan penurunan stunting harus dimulai
dari hulu. Pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci utama, dan TPK memiliki
peran vital dalam mendampingi kelompok sasaran di lapangan," tegas Sekda
Tantawi Jauhari.
Sementara itu, Hj. Katerina Susanti Herman dalam
pemaparannya menegaskan bahwa keluarga, khususnya peran ibu, menjadi fondasi
utama dalam mencegah stunting sejak dini. "Perubahan perilaku di tingkat
keluarga adalah kunci. PKK hadir untuk memberikan edukasi langsung kepada
masyarakat, mulai dari pola makan bergizi, sanitasi, hingga pola asuh anak.
Semua kader harus memahami bahwa mencegah stunting adalah investasi untuk masa
depan," ujar Katerina.
Dalam perannya sebagai pemandu doa, H. Guspiandi
menyampaikan harapan dan doa agar seluruh upaya yang dilakukan dalam percepatan
penurunan stunting ini diberkahi Allah SWT.
"Sebagai perwakilan dari Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Indragiri Hilir, kami sangat mendukung penuh program percepatan
penurunan stunting ini," ungkap H. Guspiandi. "Melalui doa, kita
memohon kepada Allah SWT agar setiap langkah yang diambil oleh Tim Pendamping
Keluarga ini diberikan kemudahan, kekuatan, dan keberkahan, sehingga target
penurunan stunting di Indragiri Hilir dapat tercapai. Semoga niat baik kita semua
menjadi ibadah dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan generasi penerus
bangsa,” tambahnya.
Kegiatan Orientasi Teknis TPK ini diharapkan dapat membekali
para kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan
tugas pendampingan secara efektif di lapangan, demi terwujudnya Indragiri Hilir
bebas stunting. (Ria)