0 menit baca 0 %

Kemenag Inhil Dukung Pelatihan Fardhu Kifayah Pemkab: Upaya Cetak Generasi Terampil Urus Jenazah

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Inhil dalam membekali masyarakat dengan keterampilan keagamaan praktis. Hal ini ditegaskan saat Kepala Kantor Kemenag Inhil yang diwakili Kepala Seksi (Ka...

Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Inhil dalam membekali masyarakat dengan keterampilan keagamaan praktis. Hal ini ditegaskan saat Kepala Kantor Kemenag Inhil yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, H. Hairuddin menghadiri pembukaan Pelatihan Penyelenggaraan Fardhu Kifayah di Masjid YAMP Tembilahan, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan yang ditaja oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Inhil ini dibuka oleh Bupati Inhil yang diwakili Asisten I, H. Fajar Husein. Pelatihan ini melibatkan sedikitnya 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Majelis Taklim serta pengurus masjid dari Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Asisten I Setdakab Inhil, H. Fajar Husein, dalam arahannya menyebutkan bahwa penguasaan tata cara penyelenggaraan jenazah adalah kewajiban kolektif yang menuntut kepedulian sosial tinggi di tengah masyarakat.

Ditemui di lokasi acara, Kasi Bimas Islam Kemenag Inhil, H. Hairuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Inhil. Menurutnya, pelatihan ini merupakan jawaban atas kekhawatiran minimnya regenerasi petugas penyelenggara jenazah di lingkungan pemukiman.

"Kami dari jajaran Kementerian Agama sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten. Pengetahuan fardhu kifayah ini sangat krusial. Jangan sampai di sebuah lingkungan kita kesulitan mencari orang yang mampu memandikan atau mengafani jenazah sesuai syariat," ujar H. Hairuddin.

Ia juga menekankan bahwa Kemenag melalui penyuluh agama di lapangan akan terus bersinergi untuk menindaklanjuti hasil pelatihan ini agar ilmu yang didapat benar-benar diterapkan di tengah masyarakat.

"Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa standar penyelenggaraan jenazah di Indragiri Hilir seragam dan sesuai dengan tuntunan sunnah. Kami berharap para peserta, baik dari Majelis Taklim maupun pengurus masjid, bisa menjadi rujukan bagi warga di lingkungannya masing-masing," imbuhnya.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga simulasi praktik langsung guna memastikan para peserta memiliki kepercayaan diri saat terjun ke masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai religius dan kepedulian sosial di Negeri Seribu Parit.

Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama, yang secara bersama-sama berkomitmen memperkuat syiar Islam melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. (Ria)