Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Inhil dalam membekali masyarakat dengan keterampilan keagamaan praktis. Hal ini ditegaskan saat Kepala Kantor Kemenag Inhil yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, H. Hairuddin menghadiri pembukaan Pelatihan Penyelenggaraan Fardhu Kifayah di Masjid YAMP Tembilahan, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan yang ditaja oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat
(Kesra) Setdakab Inhil ini dibuka oleh Bupati Inhil yang diwakili Asisten I, H.
Fajar Husein. Pelatihan ini melibatkan sedikitnya 80 peserta yang terdiri dari
perwakilan Majelis Taklim serta pengurus masjid dari Kecamatan Tembilahan dan
Tembilahan Hulu.
Asisten I Setdakab Inhil, H. Fajar Husein, dalam arahannya
menyebutkan bahwa penguasaan tata cara penyelenggaraan jenazah adalah kewajiban
kolektif yang menuntut kepedulian sosial tinggi di tengah masyarakat.
Ditemui di lokasi acara, Kasi Bimas Islam Kemenag Inhil, H.
Hairuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Inhil. Menurutnya,
pelatihan ini merupakan jawaban atas kekhawatiran minimnya regenerasi petugas
penyelenggara jenazah di lingkungan pemukiman.
"Kami dari jajaran Kementerian Agama sangat
mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten. Pengetahuan fardhu kifayah ini
sangat krusial. Jangan sampai di sebuah lingkungan kita kesulitan mencari orang
yang mampu memandikan atau mengafani jenazah sesuai syariat," ujar H.
Hairuddin.
Ia juga menekankan bahwa Kemenag melalui penyuluh agama di
lapangan akan terus bersinergi untuk menindaklanjuti hasil pelatihan ini agar
ilmu yang didapat benar-benar diterapkan di tengah masyarakat.
"Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan
bahwa standar penyelenggaraan jenazah di Indragiri Hilir seragam dan sesuai
dengan tuntunan sunnah. Kami berharap para peserta, baik dari Majelis Taklim
maupun pengurus masjid, bisa menjadi rujukan bagi warga di lingkungannya
masing-masing," imbuhnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori,
tetapi juga simulasi praktik langsung guna memastikan para peserta memiliki
kepercayaan diri saat terjun ke masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat
nilai-nilai religius dan kepedulian sosial di Negeri Seribu Parit.
Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan
berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama, yang secara bersama-sama
berkomitmen memperkuat syiar Islam melalui penguatan kapasitas sumber daya
manusia di bidang keagamaan. (Ria)