Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan literasi di daerah dengan menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring (Read Aloud). Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ini berlangsung di Perpustakaan Daerah pada Rabu (24/9/2025).
Kemenag Inhil diwakili oleh staf Pendidikan Madrasah, Riska
Solia. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata bahwa
Kemenag menganggap penting peran guru madrasah dalam menumbuhkan minat baca
siswa sejak dini. Melalui bimtek ini, para guru madrasah diharapkan bisa
mendapatkan metode dan teknik terbaik untuk menyampaikan cerita, sehingga
kegiatan membaca menjadi lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak.
Riska Solia menyampaikan bahwa Kemenag Inhil sangat
menyambut baik kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip. "Kami
sangat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas
pendidikan, termasuk literasi. Dengan adanya bimtek ini, kami berharap para
guru madrasah bisa mengimplementasikan teknik membaca nyaring yang efektif di
sekolah masing-masing," ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten
Inhil, Hj. Katerina Susanti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi
kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kemenag Inhil, atas kerja samanya
dalam memajukan literasi. "Membaca nyaring adalah metode paling indah
untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku. Kami berterima kasih kepada Kemenag
yang telah mengirimkan perwakilannya, menunjukkan sinergi yang kuat antara
lembaga pendidikan umum dan agama," kata Hj. Katerina Susanti.
Selain bimtek, acara ini juga dimeriahkan dengan pengumuman
dan penyerahan hadiah bagi pemenang Lomba Video Konten Literasi. Kehadiran
berbagai unsur, seperti perwakilan Bupati yang diwakili oleh Kepala Dinas
Perpustakaan dan Arsip, Marta Haryadi, serta Ketua DWP Inhil, Hj. Safarina
Tantawi, menegaskan bahwa gerakan literasi adalah tanggung jawab bersama.
Kemenag Inhil optimis bahwa melalui partisipasi aktif dalam
kegiatan seperti ini, para guru madrasah akan semakin kompeten dalam mengajar,
dan pada akhirnya akan menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas
secara spiritual, tetapi juga memiliki budaya membaca yang kuat. (Ria)