Tembilahan (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) memulai perekaman biometrik visa untuk seluruh calon jemaah haji tahun 2026. Kegiatan ini dimulai pada Senin (8/9/2025), dengan jemaah dari Kecamatan Tembilahan menjadi yang pertama dilayani.
Perekaman biometrik ini dijadwalkan secara bertahap setiap
harinya, disesuaikan dengan jadwal per kecamatan untuk memastikan kelancaran
dan ketertiban.
Kepala Seksi PHU Kemenag Inhil, H. Guspiandi, menjelaskan
bahwa perekaman data biometrik ini merupakan syarat wajib yang ditetapkan oleh
Pemerintah Arab Saudi. "Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan
keamanan dan mempercepat proses masuk jemaah ke Tanah Suci," ujar H.
Guspiandi.
Perekaman data biometrik, yang meliputi sidik jari dan
wajah, dilakukan melalui aplikasi Saudi Visa Bio. Proses ini bertujuan
untuk memvalidasi identitas jemaah secara akurat, sehingga memperlancar proses
imigrasi saat mereka tiba di bandara Arab Saudi.
"Perekaman ini memastikan autentifikasi jemaah agar
ibadah mereka berjalan lancar tanpa hambatan," tambah H. Guspiandi.
Sementara itu, Kepala Kemenag Inhil, H. Harun, menekankan
pentingnya kerja sama dari seluruh calon jemaah agar proses perekaman berjalan
dengan baik. Beliau berharap seluruh jemaah dapat mengikuti jadwal yang telah
ditetapkan.
"Kami mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji agar
datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Perekaman ini adalah bagian dari
persiapan penting yang tidak bisa dilewatkan," kata H. Harun.
Dengan adanya perekaman biometrik ini, diharapkan seluruh
calon jemaah haji asal Indragiri Hilir akan mendapatkan visa mereka tepat waktu
dan menikmati kelancaran proses perjalanan menuju Tanah Suci. (Ria)