Tembilahan (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat tindak lanjut pelaksanaan Gerakan Wakaf Uang ASN pada Kamis (4/9/2025). Rapat ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya, Rabu (3/9/2025), di sebuah hotel di Tembilahan.
Kepala Kantor Kemenag Inhil, H. Harun, mengimbau seluruh
ASN, peserta didik, dan masyarakat di lingkungan Kemenag Inhil untuk mengikuti
arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI terkait gerakan ini. "Ini
adalah gerakan yang mulia. Mari kita bersama-sama berwakaf sebagai bentuk ibadah
dan kontribusi nyata untuk umat," kata H. Harun.
Sebagai langkah awal, H. Harun langsung mencontohkan dengan
berwakaf uang sebesar Rp2 juta melalui aplikasi Satu Wakaf. Dana tersebut
dikirimkan ke rekening berbentu barcode QRIS yang telah disediakan oleh
Bagian Wakaf Indonesia. Menurut surat edaran yang dimaksud, ASN dianjurkan
untuk berwakaf sebesar Rp10.000 hingga Rp20.000 per bulan.
Lebih lanjut, H. Harun menjelaskan bahwa para Kepala
Madrasah dan Pimpinan Pondok Pesantren juga diharapkan menggerakkan peserta
didik untuk berwakaf uang seribu rupiah per hari. Sementara itu, pejabat eselon
4, Kepala KUA, dan Kepala Madrasah dianjurkan untuk berwakaf sebesar Rp1 juta
satu kali dalam setahun.
"Gerakan ini bukan hanya soal nominal, tetapi juga
tentang menumbuhkan kesadaran beramal jariah. Wakaf adalah investasi akhirat
yang pahalanya terus mengalir," tambah Azis, Plt. Penyelenggara Zakat dan
Wakaf Kantor Kemenag Inhil.
Rapat ini dihadiri oleh seluruh ASN Kantor Kemenag Inhil, Gerakan
Wakaf Uang ini diharapkan dapat berjalan sukses dan membawa manfaat besar bagi
kemaslahatan umat. (Ria)