Tembilahan (Kemenag) – Sebanyak 39 Madrasah swasta di Kab. Indragiri Hilir terpilih menerima bantuan Rehab Berat pada tahun 2024 dari Bank Dunia dengan nilai bantuan yang diterima tergantung dari Tingkat kerusakan dan Tingkat Pendidikan Lembaga Pendidikan Madrasah yang bersangkutan.
Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hilir melalui seksi bagian Pendidikan Madrasah menggelar rapat koordinasi secara daring dan virtual bersama Kepala dan Bendahara Madrasah swasta penerima bantuan rehab berat tersebut yang dilaksanakan di Aula Mawar Kantor Kemenag Kab. Inhil, Rabu (6/11/2024).
Berkaitan dengan bantuan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kab. Inhil H Harun dalam sambutan dan arahannya menekankan Kepada madrasah yang mendapatkan bantuan agar melakukan pendampingan terhadap pengerjaan selama pelaksanaan rehab berat tersebut.
“Bagi Madrasah menerima bantuan dari Bank Dunia untuk melaporkan dan melaksanakan koordinasi dengan seksi pendidikan Madrasah selama pelaksanaan, " ujar H Harun.
"Pendampingan penting untuk dilakukan agar mendapatkan arahan dan pengawalan dalam pelaksanaan proyek Pembangunan rehab berat yang dilakukan di madrasah agar Pembangunan dapat berjalan secara terukur dan lancar, serta penggunaan bantuan dapat dikelola secara transparan, " tambahnya.
Sebelumnya, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kab. Inhil H Afrizal melaporkan bahwa bantuan dari Bank Dunia tersebut murni untuk memperbaiki madrasah yang rusak baik atap, dinding, pondasi, toilet dan sebagainya.
“Ini adalah bantuan dari Bank Dunia yang tahun ini kerjasamanya dengan Kementerian Agama. Alhamdulillah, Kab. Indragiri Hilir terbanyak Madrasah penerima bantuan rehab berat tersebut. Dari 50 Madrasah swasta se Provinsi Riau, ada 39 Madrasah swasta dari Kab. Inhil, " ungkap H Afrizal.
"Saya berharap dengan adanya kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Rehab Berat Tahun 2024 Pada Madrasah di Lingkungan Kantor Kemenag Kab. Inhil dari Bank Dunia ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, " tutupnya. (Ria)