Tembilahan (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam H. Hairuddin menghadiri sekaligus pimpin baca do’a pada kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stanting (AKS) dan Sosialisasi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Indragiri Hilir yang dilaksanakan di Aula Bappeda Inhil, Rabu (28/8/2024).
Turut hadir dalam kesempatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah sebagai TPPS Inhil, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Riau, Kepala OPD, Pj. Ketua TPPKK Inhil, Camat se Inhil, Ketua Baznaz Inhil, Ketua CSR, Kepala BPJS, Kepala UPT Puskesmas TPPS Kab. Inhil serta tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya Kepala Dinas P2KBP3A Inhil H. Sirajuddin menyampaikan bahwa salah satu program kegiatan prioritas percepatan penurunan stunting adalah melaksanakan audit kasus stunting.
“Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Prevalensi Stunting Inhil tahun 2021 adalah 28,4 persen, naik 0,1 persen menjadi 28,5 persen namun berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 adalah 18,8 persen dan mengalami penurunan 9,7 persen dan menjadi target kita adalah 14 persen yang telah ditetapkan Pemerintah Tahun 2024," ujarnya.
Diakhir sambutannya, Kepala Dinas P2KBP3A Inhil H. Sirajuddin berharap program Bapak Asuh Stunting ikut turut ambil bagian dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Intervensi program percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah saja, program Bapak Asuh Stunting telah hadir untuk menyediakan ruang kontribusi pemangku kepentingan turut andil dalam penurunan kasus stunting," tambahnya.
Tim yang telah melaksanakan audit kasus stunting sampai bulan juli berjumlah 46 balita dan 44 orang ibu hamil. (Ria)