Pekanbaru (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan komitmen serius dalam penguatan pengelolaan zakat dan wakaf. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan dalam kegiatan Penerapan Teknis Evaluasi Program Pendayagunaan Zakat dan Wakaf Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Riau, Rabu (26/11/2025).
Kemenag Inhil diwakili oleh Plt. Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Abdul Aziz. Kehadiran beliau bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf dari
enam kabupaten/kota lain, serta perwakilan Baznas dan 13 Lembaga Amil Zakat
(LAZ) se-Riau, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi,
menekankan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf adalah instrumen strategis untuk
mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Beliau juga memuji peran mulia
amil zakat.
Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Riau, Tri
Kasbiati, menerangkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat sinergi
dan kolaborasi serta membekali peserta dengan kemampuan merencanakan,
melaksanakan, dan menyusun laporan evaluasi pendayagunaan zakat secara
komprehensif. Aspek-aspek utama yang dievaluasi mencakup efektivitas penyaluran
zakat, keberlanjutan manfaat program, dan peningkatan transparansi.
Sebagai perwakilan daerah, Abdul Aziz menilai materi pembinaan dan teknis
evaluasi ini sangat vital untuk dibawa ke Inhil.
"Materi evaluasi ini krusial, terutama bagi Inhil, di
mana kami perlu mengukur dampak sosial dan ekonomi zakat serta wakaf secara
lebih sistematis. Sebagai Sekretaris BWI Inhil, saya melihat sinergi antara
Kemenag, BWI, dan LAZ harus diperkuat. Evaluasi yang transparan dan akuntabel
adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik dan optimalisasi dana
umat," jelas Abdul Aziz usai mengikuti sesi teknis.
Abdul Aziz juga mengapresiasi capaian Kanwil
Kemenag Riau dalam gerakan wakaf ASN, yang menurutnya menjadi motivasi bagi
Kemenag Inhil untuk terus berinovasi dalam penghimpunan dan pendayagunaan dana
sosial keagamaan.
Pada akhir acara, sebagai bentuk implementasi zakat, turut
dilaksanakan penyerahan simbolis bantuan pembangunan Masjid Amal Ikhlas sebesar
Rp30.500.000,- dari perwakilan FOZ Riau. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari
kegiatan ini dapat mendorong lembaga amil zakat dan nadzir wakaf di Inhil
semakin optimal dalam berkontribusi bagi pembangunan sosial-ekonomi daerah. (Ria)