Indragiri
Hulu (Kemenag) – Upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah kembali ditunjukkan
oleh Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu. Pada Sabtu (13/9/2025),
Pengawas Madrasah sekaligus anggota Tim Pelaksana Akreditasi (TPA) Kemenag
Inhu, Yeni Suryani Samaun, bersama Pengawas RA/MI Hj. Etiranis, melaksanakan
pendampingan pra-akreditasi di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nuril Yaqin,
Kecamatan Batang Gansal.
Pendampingan
ini bertujuan memastikan satuan pendidikan siap menghadapi proses akreditasi
dengan memenuhi delapan standar nasional pendidikan, mulai dari kompetensi
lulusan, kurikulum, sarana prasarana, manajemen lembaga, hingga inovasi
pembelajaran. Akreditasi bukan hanya formalitas, tetapi instrumen penting untuk
menjamin mutu pendidikan madrasah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap lembaga pendidikan Islam.
Yeni
Suryani menegaskan, pra-akreditasi menjadi tahap krusial agar madrasah dapat
mengukur kekuatan dan memperbaiki kelemahan sebelum proses penilaian resmi. “Kami
ingin madrasah tidak sekadar siap dokumen, tetapi juga siap secara substansi.
Akreditasi adalah jalan untuk membuktikan bahwa madrasah mampu memberikan
layanan pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Hal
senada disampaikan Hj. Etiranis yang menyoroti peran kolaborasi guru dan orang
tua dalam mendukung keberhasilan akreditasi. “Persiapan yang matang akan
berbuah hasil maksimal. Lebih dari itu, masyarakat akan merasakan dampak nyata
ketika anak-anak mereka belajar di madrasah yang terakreditasi dengan baik,”
katanya.
Bagi
MIS Nuril Yaqin, pendampingan ini memberi manfaat langsung berupa pemahaman
lebih detail tentang aspek yang harus dibenahi, sehingga proses akreditasi
nantinya dapat berjalan lancar. Dampak tidak langsungnya, masyarakat sekitar
memperoleh jaminan mutu pendidikan yang lebih terarah dan profesional.
Melalui
pendampingan pra-akreditasi ini, Kemenag Indragiri Hulu kembali menegaskan
komitmennya untuk menjadikan madrasah sebagai pusat pendidikan unggul yang
tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menyiapkan generasi muda
menghadapi tantangan masa depan.
(Reski)