Indragiri
Hulu (Kemenag) – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan santri di lingkungan
pondok pesantren mendapat perhatian khusus dari Kementerian Agama. Selasa
(16/9/2025), Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren)
Kankemenag Kabupaten Indragiri Hulu, H. Syahril, melakukan peninjauan dapur
umum di Ponpes Asy-Syaakiriin, Kecamatan Sungai Lala. Peninjauan ini merupakan
tindak lanjut dari Webinar Keamanan Pangan Series 1 bertema “Higiene
Sanitasi Pangan Dapur Pesantren” yang digelar bersama Direktorat Jenderal
Penanggulangan Penyakit Kemenkes.
Dalam
kunjungan tersebut, Syahril menyoroti pentingnya penerapan standar kebersihan
dan keamanan pangan di pesantren. Menurutnya, dapur pesantren bukan sekadar
tempat memasak, melainkan pusat kesehatan pertama bagi ratusan santri yang
bergantung pada makanan sehari-hari. “Santri yang sehat adalah modal utama
dalam mencetak generasi Qur’ani dan pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu,
higienitas dapur pesantren wajib menjadi perhatian serius,” tegas Syahril.
Lebih
jauh, penerapan standar higiene dan sanitasi diharapkan mampu mencegah potensi
penyebaran penyakit yang bersumber dari makanan. Hal ini penting, mengingat
banyak pesantren masih menghadapi keterbatasan fasilitas pengolahan makanan
yang aman dan sehat. Dengan adanya pembinaan langsung dari Kemenag, pengelola
pesantren diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesadaran dalam mengelola
dapur pesantren.
Bagi
masyarakat, dampak dari program ini sangat signifikan. Pesantren yang mampu
menjaga keamanan pangan tidak hanya melahirkan santri yang kuat secara
spiritual, tetapi juga sehat secara fisik. Hal ini berdampak langsung pada
kualitas pendidikan dan secara tidak langsung memperkuat kepercayaan masyarakat
terhadap lembaga pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan sosial.
Salah
satu pengelola Ponpes Asy-Syaakiriin menyampaikan apresiasi atas langkah
Kemenag. “Selama ini kami berusaha menjaga kebersihan dapur seadanya. Dengan
adanya arahan langsung, kami jadi lebih memahami standar yang benar untuk
menjaga makanan tetap sehat bagi santri,” ujarnya.
Dengan
monitoring berkelanjutan, Kemenag Inhu berharap setiap pesantren dapat menjadi
contoh penerapan dapur sehat yang mengutamakan kualitas makanan. Langkah ini
tidak hanya mendukung kesehatan santri, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan
nasional peningkatan mutu pesantren di Indonesia.
(Reski)