Indragiri Hulu (Kemenag) – Dukungan
lintas sektor terhadap hak-hak kesehatan perempuan kembali diperkuat dalam Musyawarah
Cabang (Muscab) ke-IX Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Indragiri Hulu
yang digelar pada Senin, 4 Agustus 2025 di Gedung Sejuta Sungkai, Rengat. Mewakili
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhu, kegiatan ini dihadiri oleh Kasi
Pendidikan Agama Islam (PAIS), H. Rajuki Ridwan. Kemenag Inhu turut memberi
perhatian terhadap pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan keagamaan
dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan.
Muscab ini mengusung tema: "Peran
Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan dan Reproduksi Perempuan di Setiap
Kondisi Krisis Menuju Indonesia Emas 2045".
Dalam kesempatan tersebut, H. Rajuki
menyampaikan apresiasi atas dedikasi para bidan sebagai garda terdepan dalam
pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah pelosok.
"Bidan bukan hanya tenaga medis,
tapi juga pelayan kehidupan. Dalam perspektif agama, menjaga jiwa adalah bagian
dari maqashid syariah, dan peran bidan sangat erat kaitannya dengan itu,"
ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya
pendekatan humanis dan edukatif dalam memberikan pelayanan kesehatan
reproduksi, apalagi di tengah situasi krisis seperti pandemi, bencana alam,
maupun kondisi sosial yang menantang.
"Kami di Kemenag percaya bahwa
pelayanan kesehatan yang ramah, adil, dan berperspektif keadilan gender adalah
bagian dari kerja kemanusiaan yang sangat mulia," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis
untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, instansi pemerintah, dan
masyarakat luas dalam mewujudkan generasi sehat dan sejahtera menuju Indonesia
Emas 2045.
Muscab diakhiri dengan semangat
kebersamaan dan komitmen para bidan untuk terus berkontribusi, meskipun dalam
berbagai keterbatasan dan tantangan.
(Reski)