Indragiri Hulu (Kemenag) — Selasa, 29 Juli
2025, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan Implementasi Berbasis Lokasi
Kampung Moderasi Beragama melalui Dialog Pembahasan Isu Aktual bertempat di Desa
Petala Bumi, Kecamatan Seberida.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala
KUA Kecamatan Seberida, Amrullah, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Indragiri Hulu. Dalam sambutannya, Amrullah menyampaikan
pentingnya menjaga harmoni dan kerukunan dalam kehidupan beragama, khususnya di
tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.
“Moderasi Beragama bukan sekadar slogan,
tapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dialog ini menjadi
sarana strategis untuk menyamakan persepsi dan mengantisipasi potensi konflik
akibat perbedaan,” ujar Amrullah.
Desa Petala Bumi sendiri sebelumnya telah
dinobatkan sebagai Kampung Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama Kabupaten
Indragiri Hulu pada tahun 2024. Penetapan ini didasarkan pada kerukunan
antarumat beragama yang terjaga baik, keterlibatan tokoh masyarakat dan agama
dalam menjaga toleransi, serta komitmen bersama dalam membangun desa yang damai
dan inklusif.
Kegiatan dialog menghadirkan unsur tokoh
agama, tokoh adat, pemuda lintas iman, penyuluh agama Islam, dan masyarakat
setempat. Isu-isu yang dibahas mencakup pentingnya memahami batas toleransi
dalam perbedaan keyakinan, peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam
menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini, serta strategi menghadapi hoaks dan
ujaran kebencian di media sosial.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Inhu,
Muhammad Ihsan, dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian dari program prioritas nasional Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai
moderasi beragama di tingkat akar rumput.
“Kampung Moderasi bukan hanya simbol. Ia
harus menjadi pusat edukasi, dialog, dan penguatan nilai kebersamaan dalam
keberagaman. Kita ingin masyarakat tidak hanya toleran, tetapi juga aktif
menjaga dan merawat keberagaman sebagai anugerah,” ungkap Ihsan dalam
penyampaiannya secara daring.
Peserta dialog menyambut antusias kegiatan
ini dan berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan di desa-desa lain.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan,
menolak radikalisme, dan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat demi
terwujudnya kehidupan beragama yang damai dan harmonis di Kabupaten Indragiri
Hulu.
(Reski)