Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya menumbuhkan semangat berkompetisi dan memperkuat karakter religius di kalangan pelajar, Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu melepas kontingen daerah untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), dan Lomba Pidato Pentas PAI tingkat Provinsi Riau pada Jumat (07/11/2025) di Pekanbaru. Kegiatan pelepasan ini dipimpin langsung oleh Kasi PAIS Kemenag Inhu, Rajuki Ridwan, didampingi oleh staf Ahmad Fadli dan Leo Candra.
Kontingen
yang berangkat terdiri dari para pelajar terbaik jenjang TK, SD, SMP, dan
SMA/SMK yang sebelumnya telah meraih prestasi di tingkat kabupaten. Ajang ini
tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan membaca dan memahami
Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter pelajar yang
berakhlak, berilmu, dan cinta terhadap nilai-nilai Islam.
Rajuki
Ridwan dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para peserta mampu
menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan
nilai-nilai keagamaan. “Kemenangan sejati bukan hanya tentang piala, tetapi
tentang bagaimana anak-anak kita mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari. Kami ingin mereka menjadi teladan di sekolah dan di
tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia
menambahkan bahwa ajang Pentas PAI menjadi bagian penting dari strategi
pembinaan generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan
intelektual dan spiritual. “Kompetisi ini adalah sarana pembentukan karakter.
Melalui kegiatan seperti ini, kita menanamkan kebanggaan beragama sekaligus
menyiapkan generasi yang berakhlak dan berdaya saing,” tambahnya.
Kehadiran
kontingen dari Kabupaten Indragiri Hulu disambut antusias oleh seluruh pihak,
termasuk para guru pembimbing dan orang tua peserta. Mereka berharap kegiatan
ini menjadi momentum bagi pelajar Inhu untuk berprestasi lebih tinggi di
tingkat provinsi dan mengharumkan nama daerah.
Melalui ajang ini, Kemenag Inhu tidak hanya mendorong peningkatan prestasi di bidang keagamaan, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan nilai-nilai spiritual dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.