0 menit baca 0 %

Kemenag Inhu Teguhkan Moderasi Beragama, Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Perdamaian

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Upaya memperkuat kerukunan umat beragama terus digelorakan Kementerian Agama. Rabu (03/09/2025), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Dr. H. Darwison, membuka secara resmi Dialog Kerukunan Internal Umat Beragama bersama tokoh dan pimpinan gereja, bertemp...

Indragiri Hulu (Kemenag) โ€“ Upaya memperkuat kerukunan umat beragama terus digelorakan Kementerian Agama. Rabu (03/09/2025), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Dr. H. Darwison, membuka secara resmi Dialog Kerukunan Internal Umat Beragama bersama tokoh dan pimpinan gereja, bertempat di Aula Kankemenag Inhu. Kegiatan ini ditaja oleh Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Riau dan dihadiri 17 pendeta serta 13 penyuluh agama Kristen.

Darwison menegaskan bahwa Kemenag Inhu berkomitmen mengimplementasikan program nasional tentang kerukunan umat. Menurutnya, kerukunan bukan hanya kebijakan negara, tetapi juga wujud nyata kemanusiaan sebagai makhluk Tuhan.

โ€œIni bukti bahwa kita dapat menciptakan kedamaian. Besar harapan saya, Bapak/Ibu menyampaikan pesan toleransi yang menyejukkan dan menebar kedamaian, karena saya yakin Bapak/Ibu adalah orang-orang yang didengar umat,โ€ ungkapnya.

Pesan ini menunjukkan bahwa tokoh agama, khususnya para pendeta dan penyuluh, memiliki peran strategis dalam membangun suasana kondusif di masyarakat. Dampaknya, bukan hanya umat Kristen yang merasakan manfaatnya, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Inhu yang hidup dalam keberagaman.

Sementara itu, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Armin Antoni Silaban, menekankan bahwa dialog ini merupakan inisiatif murni dari jajaran pembimas Kristen. Tujuannya, mempererat silaturahmi sekaligus membahas isu-isu aktual yang dihadapi bangsa.

โ€œPertemuan ini membuktikan bahwa Kementerian Agama bersama tokoh agama tetap berkomitmen menjaga kedamaian di Indonesia. Kita ingin memastikan kerukunan tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan,โ€ tegas Armin.

Dari forum ini, masyarakat mendapat manfaat langsung berupa penguatan pesan toleransi yang dapat disampaikan para tokoh agama dalam khotbah, bimbingan, maupun kegiatan sosial. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah terciptanya rasa aman, solidaritas, dan ketahanan sosial yang menjadi fondasi kokoh persatuan bangsa.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum penting yang meneguhkan moderasi beragama sebagai budaya bersama di Indragiri Hulu.

(Reski)