0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Berduka: Drs. Rahmad, Guru MTs TI Ranah, Wafat Menyusul Sang Istri Tercinta

Ringkasan: Kampar, Kamis 5 Juni 2025 Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Kampar kembali diselimuti duka mendalam. Drs. Rahmad, guru di MTs TI Ranah, telah berpulang ke rahmatullah di Rumah sakit Bangkinang  pukul 14.30 WIB  Kamis 5 Juni 2025.

Kampar, Kamis 5 Juni 2025 — Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Kampar kembali diselimuti duka mendalam. Drs. Rahmad, guru di MTs TI Ranah, telah berpulang ke rahmatullah di Rumah sakit Bangkinang  pukul 14.30 WIB  Kamis 5 Juni 2025. Kepergiannya menyusul sang istri tercinta, Jasmaneli, yang lebih dahulu wafat pada 26 Desember 2024 lalu. Almarhumah juga dikenal sebagai tenaga pendidik di MTsN 3 Kampar.

Pasangan suami istri ini dikenal sebagai sosok yang tulus, sabar, dan penuh dedikasi dalam dunia pendidikan madrasah. Kepergian keduanya dalam rentang waktu kurang dari enam bulan meninggalkan duka yang sangat mendalam, baik bagi keluarga, sahabat, maupun seluruh civitas madrasah tempat mereka mengabdi.

Lebih menyayat hati, Drs. Rahmad sejatinya dijadwalkan akan memasuki masa pensiun pada Januari 2026 mendatang. Namun takdir berkata lain, beliau berpulang sebelum sempat menuntaskan pengabdiannya secara formal sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Almarhum dan almarhumah meninggalkan dua orang putri tercinta: Rini Srlviani dan  Auliyah Arifah

“Kami sungguh kehilangan sosok guru teladan yang sabar, ikhlas, dan tidak pernah lelah membimbing siswa-siswi madrasah. Beliau adalah panutan dalam kesederhanaan dan dedikasi,” ungkap salah seorang rekan guru di MTs TI Ranah.

Kaepala kantor Kemenag Kampar H. Fuadi Ahmad, SH, MAB menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, dan mendoakan semoga Allah SWT menerima segala amal baik almarhum dan almarhumah, mengampuni dosa-dosa mereka, serta menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga kedua putri yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk melanjutkan hidup serta meneladani semangat juang orang tua mereka. Pungkas Fuadi ( Fatmi )