Kampar (Kemenag) โ Kepala Kantor Kementerian Agama Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim dan menekankan dua agenda strategis nasional: penerapan Aplikasi SiRukun untuk deteksi dini konflik keagamaan dan penguatan Ekoteologi melalui gerakan peduli lingkungan seperti menanam pohon sebelum memulai wirid pengajian.
Pesan penting ini disampaikan Kakan Kemenag dalam acara yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) dan diikuti oleh 42 orang peserta di Aula Lantai II Kantor Kemenag Kampar pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, H. Fuadi Ahmad menegaskan bahwa Majelis Taklim memiliki peran vital tidak hanya dalam pembinaan umat, tetapi juga dalam mendukung program strategis Kemenag.
โSaat ini, kita dihadapkan pada dua tantangan besar: menjaga kerukunan umat dan isu lingkungan. Oleh karena itu, saya meminta Pokja Majelis Taklim menjadi garda terdepan dalam menekankan pentingnya penguatan Ekoteologi. Konsep ini menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis. Implementasinya di Majelis Taklim dapat dimulai dari hal sederhana. โMari kita jadikan menanam pohon sebagai bagian dari ibadah dan komitmen ekologis, dilakukan di setiap kesempatan sebelum memulai wirid atau pengajian. Ini adalah wujud nyata dari Islam Rahmatan Lil 'Alamin,โ tambahnya.
Kegiatan Penguatan Pokja Majelis Taklim ini diselenggarakan dengan sukses oleh Seksi Bimas Islam, dengan Yoga Herliandi, S.Pt menjabat sebagai Ketua Panitia. Pembukaan dilakukan langsung oleh Kakan Kemenag Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, didampingi oleh Kepala Seksi Bimas Islam, H. Zulfaimar, MAP.
Untuk memperdalam materi, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Bustami, SE, M.Si, dan dan Dr.H.Erman Gani, MA, yang memberikan materi terkait tata kelola organisasi, program kerja Majelis Taklim, serta sinkronisasi program daerah dan pusat, termasuk aplikasi SiRukun dan isu Ekoteologi.
Total 42 peserta yang terdiri dari perwakilan Majelis Taklim se-Kabupaten Kampar mengikuti sesi diskusi dan pembekalan ini, diharapkan dapat menjadi pionir dalam mengintegrasikan pesan kerukunan dan pelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas Majelis Taklim di wilayah masing-masing.
(Cicy)