Kampar (Kemenag) - Kepala Kantor Kemenag Kampar Fuadi
Ahmad pimpin langsung rapat bersama Kepala KUA dan Kepala Madrasah Negeri
se-Kab.Kampar. Beliau mencanangkan acara besar di bulan depan dengan sekaligus menekankan
tentang trademark "Kabupaten Kampar Negerinya Santri".
"Untuk para Kepala Madrasah, mulai kini dan ke
depan mari kita panggil anak-anak didik kita di madrasah dengan panggilan
santri," ungkap Fuadi.
Mewujudkan madrasah rasa pesantren juga adalah salah
satu langkah yang dianggap Fuadi sebagai langkah lanjut agar tagar Kabupaten Kampar
Negeri Santri ini meluas.
"Dibandingkan nanti gambaran masyarakat awam lebih
ke madrasah itu mendekati pada sekolah umum, mari kita jadikan bahwa madrasah
itu lebih mendekati kepada pesantren. Karena basic kita sebagai sekolah agama,
itu adalah modal kuat kita," tambahnya.
Selain tagar Kabupaten Kampar Negeri Santri, Fuadi
juga mengharapkan setiap satker menyebarkan info untuk tagar Kampung Moderasi
di Kabupaten Kampar. Nanti, acara yang akan direncanakan dilaksanakan pada
bulan November 2024, akan memiliki banyak rangkaian kegiatan dalam satu waktu
dan tempat. Selain mengumumkan deklarasi Kabupaten Kampar sebagai Negerinya
Santri, juga akan memperkenalkan Kampung Moderasi, menginformasikan penegerian
madrasah baru yaitu MAN 5 Kampar yang berada di daerah Kuntu, peresmian 4 SBSN
di Kampar yang meliputi KUA Kec.Tambang, MIN 1 Kampar, MTsN 1 Kampar, dan MAN 4
Kampar. Serta semua rangkaian acara tersebut dikemas dalam sillaturahmi dengan
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau yang baru saja dilantik dua minggu lalu.
Rapat berlangsung dengan khidmat, dimana Fuadi juga
langsung memaparkan detail dari masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan
dan kebutuhannya. Ia juga menambahkan bahwa acara tersebut akan mengundang
organisasi-organisasi masyarakat dan forum-forum.
โUntuk terwujudnya acara skala besar ini, saya sangat
mengharapkan kerjasama kita semua. Nanti pihak-pihak terkait juga akan kita
adakan rapat koordinasi nya seperti di bagian seksi PD Pontren yaitu para
pimpinan-pimpinan pondok pesantren, dan lain-lain,โ ujarnya.
(Cicy/Fatmi)