Kampar ( Kemenag )-- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Selasa, 27/5/2025 dengan mengusung tema: "Peningkatan Peran BKM dalam Mewujudkan Kemandirian Masjid dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Yulis selaku ketua panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar.
“BKM harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Masjid hari ini tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, ekonomi, dan ruang pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Yulis berharap kegiatan pembinaan ini dapat memberikan bekal dan semangat baru kepada para pengurus masjid untuk menghidupkan peran dan fungsi masjid secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu H. Ahmad Fadhli, SH, MAB menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai tempat yang benar-benar dimakmurkan oleh umat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak masjid yang megah secara fisik, tetapi kurang dari sisi keaktifan jamaah.
“Banyak masjid berdiri megah, namun belum tentu ramai oleh jamaah. Bahkan di beberapa wilayah, masjid hanya digunakan untuk salat Magrib dan Isya. Ini menjadi tantangan kita bersama,
” ujarnya.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan kesejahteraan sosial. BKM sendiri telah hadir sejak tahun 1970 dengan tugas utama memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masjid agar tetap makmur, aktif, serta berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya.
Sebelumnya, pada tanggal 3 Mei 2023, telah dilakukan re launching Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) oleh Menteri Agama RI di Masjid Istiqlal. Maka dilakukanlah pembentukan pengurus dari pusat sampai ke desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BKM dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pungkas Fadil ( Fatmi/Cicy/Ags )