0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Gelar Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS Angkatan I

Ringkasan: Kampar Inmas Pentingnya Pemahaman Moderasi Agama dan Wawasan Kebangsaan Bagi Non PNS Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar  Drs. H. Alfian, M.Ag  pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS, Senin,di Aula Kantor Kementerian A...

Kampar Inmas –Pentingnya Pemahaman Moderasi Agama dan Wawasan Kebangsaan Bagi Non PNS Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar  Drs. H. Alfian, M.Ag  pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS, Senin,di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, 1 /11/2021

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Ka. Kampar tersebut diikuti oleh 81  peserta untuk angkatan I  yang merupakan Penyuluh Agama Islam Non PNS dari 11 Kec. di Lingkungan Kantor Kemenag Kampar

Dalam materinya Kankemenag Kab. Kampar Drs. H. Alfian, M.Ag  ada beberapa hal penting dan perlu untuk disimak dengan baik oleh para peserta terkait dengan moderasi beragama dalam rangka menangkal paham radikal. Sebagaimana  disebutkan tugas pokok sebagai PAI Non PNS adalah melakukan bimbingan dan penyuluhan ke-Islaman dan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama.

"Moderasi beragama sendiri merupakan cara pandang kita dalam beragama secara moderat. Yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak berlebihan atau ekstrem, baik itu kanan maupun kiri. Peran PAI tentu menjadi sangat penting dengan memperhatikan fungsi informatif, komunikatif, edukatif, dan motivatif dalam menjalani tugas profetiknya," urainya.

Sebelum mengakhiri materinya disampaikan pula tantangan yang saat ini dihadapi oleh penyuluh yaitu konflik dan ketegangan sosial melibatkan umat agama, meningkatnya kriminalitas, maraknya penggunaan narkoba, tindak kekerasan terhadap wanita dan anak, berkembangnya kenakalan remaja, hingga honor yang belum seimbang. Untuk itu penyuluh harus memiliki kemampuan yang bisa menjawab tantang tersebut dan mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang berpegang teguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta mewujudkan kerukunan hidup umat beragama. Ungkapnya (Ags/Ftm)