Kampar ( Kemenag )--- Guna memperkuat kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Seksi Bimas Islam menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan” pada Rabu (9/7) di Aula Kemenag Kampar.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, yang dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kerukunan dan mencegah radikalisme.
Fuadi menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Sebelumnya, Kasi Bimas Islam Kemenag Kampar menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan ormas Islam, para penyuluh agama Islam, dan kepala KUA se-Kabupaten Kampar.
Menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ibda Umar Dhani, Ketua Tim Identifikasi dan Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, yang menyampaikan materi strategis terkait metode deteksi dini radikalisme dan penguatan moderasi beragama. Dalam paparannya, Ibda Umar menekankan pentingnya peran penyuluh dan tokoh agama sebagai filter pertama dalam mencegah berkembangnya paham-paham ekstrem di tengah masyarakat.
Dengan mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi, Bergama di Tengah Kebersamaan”, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan seluruh elemen keagamaan di Kampar dalam menjaga ketenteraman dan keharmonisan masyarakat. ( Fatmi/Cicy/Zaipul )