0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Hadiri Forum Multi Stakeholder Pencegahan Perkawinan Anak

Ringkasan: Pekanbaru ( Kemenag )---Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui perwakilannya, Fatmi M.Sy, turut hadir dalam Forum Multi Stakeholder (FMS) dan Femokrat Provinsi Riau yang digelar di Fave Hotel Pekanbaru. Acara yang dibuka langsung oleh Direktur PPSW Riau, Herlia Santi, S.Pi, ini mempertemukan ber...

Pekanbaru ( Kemenag )---Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui perwakilannya, Fatmi M.Sy, turut hadir dalam Forum Multi Stakeholder (FMS) dan Femokrat Provinsi Riau yang digelar di Fave Hotel Pekanbaru. Acara yang dibuka langsung oleh Direktur PPSW Riau, Herlia Santi, S.Pi, ini mempertemukan berbagai pihak lintas sektor dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan PPSW dari tiga kabupaten, yakni Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hilir. Para peserta bersama-sama menganalisis isu perkawinan anak serta kekerasan berbasis gender dengan pendekatan patchway system.

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga:

 Menghimpun cerita perubahan dan praktik baik dari kabupaten/kota.

 Menguatkan kapasitas lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, media, serta kelompok perempuan.

Menyusun rencana tindak lanjut pencegahan perkawinan anak dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Riau.

Perwakilan Kemenag Kampar, Fatmi M.Sy, menyampaikan bahwa Kementerian Agama siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menguatkan peran tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai garda terdepan dalam pencegahan perkawinan anak.

“Isu ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal perlindungan masa depan generasi. Perlu sinergi semua pihak, terutama tokoh agama, dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari FMS yang sebelumnya telah dilakukan di tingkat kabupaten Kampar, Rokan Hilir, dan Pelalawan. Hasil dari pertemuan provinsi ini diharapkan mampu memperkuat kebijakan daerah yang peka GEDSI (Gender, Disability, and Social Inclusion) serta memperluas dampak nyata di tengah masyarakat.

Kontributor ( Fatmi )