Kampar (Kemenag) - Pegawai Kemenag Kampar Fatmi sekaligus pengurus TP PKK Kab. Kampar menghadiri sosialisasi Anti Bullying yang digelar Sekolah Menengah Pertama
Negeri (SMPN) 3 Bangkinang Sosialisasi yang bertema “Bersama
Wujudkan SMP Negeri 3 Bangkinang Sekolah Ramah Anak, Sekolah Aman,
Bebas Bullying” dengan menghadirkan Narasumber dari dari Ketua Pola asuh Anak dan Rema di Era Digital ( PAAREDI ) TP PKK Kab. Kampar Harmi Yelmii, yang dilaksanakan di Mushalla SMP 3 Bngkinang, Selasa, 8/10/2024
Kepala sekolah SMP Negeri 3 Bangkinag Rita Suharti yang membuka kegiatan itu menyampaikan, sosialisasi dilakukan sebagai komitmen bersama untuk memberantas perlakuan bullying di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
“Seluruh warga sekolah sepakat untuk terus menerus mengkampanyekan stop bullying di sekolah dan memperkuat langkah-langkah pencegahan bullying,” tandasnya.
Fatmi mewakili pengurus PKK menyampaikan bahwa bullying dapat terjadi di mana saja, baik di sekolah, rumah tangga, maupun lingkungan sekitar. Dampak bullying juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan mental korban maupun pelaku. Fatmi menjelaskan beberapa langkah pencegahan bullying, seperti memberikan dukungan kepada korban bullying, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.
Selanjutnya Fatmi berharap kepada siswa dan siswi agar dengan serius menyimak apa-apa yang disampaikan narasumber nantinya dan berharap kasus Bullying tidak terjadi di sekolah ini.
Sementara itu Narasumber Harmi Yelmi pertama-tama p menyampaikan tentang apa itu bullying, disampaikan dengan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh para siswa agar para siswa dapat memiliki gambaran dan pengetahuan
Selanjutnya narasumber pada kegiatan ini menambahkan, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan/bullying di lingkungan sekolah.
“Upaya yang dapat dilakukan yaitu penguatan peran orang tua siswa, pendekatan kolaboratif, pengawasan dan intervensi pada area sekolah yang rawan perundungan. Selain anak, orang tua, keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat juga berperan melaporkan kepada sekolah jika anak menjadi korban perundungan/bullying,” ungkapnya.
“Kita layak memberikan apresiasi kepada SMP 3 Bangkinang atas upaya perlindungan anak yang dilaksanakan dengan mengadakan kegiatan ini, sebagai langkah sekolah Ramah Anak menuju Kabupaten Kampar Ramah Anak,” tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh selutuh Siswa dan siswi juga dihadiri Tenaga Pendidik dan tenaga Kependidkan SMP 3 Bangkinang. (Fatmi )