Meranti(Kemenag)- Masyarakat di Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti tengah digemparkan oleh isu aliran sesat yang telah beredar luas melalui media sosial serta menimbulkan keresahan dari banyak pihak.
Isu aliran yang dianggap menyesatkan tersebut berkaitan dengan kegiatan kelompok pengajian yang diduga dipimpin seorang warga dengan berbagai ajaran yang bertentangan dan menyimpang dengan ajaran Agama Islam.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti fasilitasi pertemuan membahas kebenaran informasi yang telah beredar luas di masyarakat tersebut, Senin(15/7).
Bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Rangsang Barat, Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti menghadirkan Polsek Kecamatan Rangsang Barat, Ketua MUI Kecamatan Rangsang Barat, Kepala Desa, Kepala KUA Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat setempat.
Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti Sulman menjelaskan bahwa melalui diskusi yang terarah, pertemuan ini diharapkan dapat membantu dalam menggali informasi yang berkembang serta memahami berbagai perspektif dan mencari solusi yang terbaik.
Sulman juga dengan tegas mengatakan bahwa jika ada aliran yang tidak sesuai dari ketentuan syariat atau menyimpang dipastikan akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika memang benar potensi aliran tersebut benar seperti yang telah beredar dimasyarakat, pemerintah tidak akan memberi celah akan perkembangan penyimpangan aliran pada suatu wilayah", ungkap Sulman.
Sulman juga menghimbau kepada masyarakat, jangan sampai aliran-aliran tertentu memecah belah kesatuan dan kerukunan ditengah kehidupan masyarakat khususnya pada Kecamatan Rangsang Barat.
"Kerukunan harus terus kita jaga dan akan tetap menjadi tanggung jawab kita bersama, jangan sampai isu yang masih kita kaji kebenarannya ini memecah belah keharmonisan yang ada", harap Sulman.
Setelah dilakukannya konsolidasi beberapa pihak diatas, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah pemerintah setempat bersama Kepala KUA, Penyuluh Agama, tokoh agama dan masyarakat melakukan mediasi bersama terduga pelaku untuk mendalami kebenaran informasi yang telah beredar.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas bersama pihak keamanan setempat menyatakan kegiatan pengajian telah dihentikan sendiri oleh terduga. (In)