Meranti(Kemenag) โ Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Seksi Bimas Islam kembali menggelar kegiatan Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama (KMB) Berbasis Lokal dalam bentuk Dialog Pembahasan Isu Aktual Tahap IV. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Rangsang dan diikuti oleh 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat, Rabu(7/5).
Peserta yang hadir berasal dari perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, majelis taklim, mahasiswa, serta unsur pemuda. Mereka mengikuti dialog yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan praktik moderasi beragama di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons isu-isu aktual yang berkembang saat ini.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, seperti Kepala Seksi Bimas Islam, Misyamto, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangsang, Norkholis, para penyuluh agama Islam, serta tokoh lainnya yang berpengalaman dalam pembinaan keagamaan.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, Sulman. Dalam arahannya, Sulman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun harmoni antar umat beragama di tingkat lokal.
โMelalui dialog ini, kita ingin menciptakan ruang diskusi yang konstruktif dan inklusif dalam membahas isu-isu aktual keagamaan dan sosial. Harapannya, peserta dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat toleransi, moderasi, dan kerukunan di tengah masyarakat,โ ujarnya.
Sejalan dengan Sulman, Kepala Seksi Bimas Islam, Misyamto, juga menambahkan bahwa Moderasi Beragama memiliki peran penting sebagai wadah terwujudnya harmoni dan kerukunan umat beragama.
"Moderasi beragama merupakan tanggung jawab bersama, keberhasilan program ini tak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan kerjasama yang baik antar pemerintah setempat juga stakeholder yang terlibat," paparnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung interaktif dan penuh gagasan. Mereka menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin di berbagai kecamatan lainnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi dan rencana tindak lanjut sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis dan moderat di Kabupaten Kepulauan Meranti. (T)