Kemenag Kuansing: Demi Gelar Juara, Jangan Pilih Jalan Pintas
Ringkasan:
Kuansing (Humas)- Permasalahan utama yang dihadapi Provinsi Riau sejak beberapa tahun belakangan adalah maraknya utusan Kabupaten/ Kota yang "memboking" pemain dari luar Provinsi untuk berlaga di ajang MTQ. Akibatnya, putra daerah yang seharusnya bisa dibina dan dimaksimalkan tersisih karena lebih m...
Kuansing (Humas)- Permasalahan utama yang dihadapi Provinsi Riau sejak beberapa tahun belakangan adalah maraknya utusan Kabupaten/ Kota yang "memboking" pemain dari luar Provinsi untuk berlaga di ajang MTQ. Akibatnya, putra daerah yang seharusnya bisa dibina dan dimaksimalkan tersisih karena lebih memprioritaskan "barang" yang sudah jadi dan pasti unggul dalam pertandingan.
Demikian ditegaskan Kakankemenag Kab. Kuansing, Drs. H. Syafruddin, Selasa (28/11) via selulernya.
"Saya sangat tidak setuju jika menghalalkan segala cara demi mendapatkan gelar juara. Sementara ada putra putri daerah kita yang bisa dibina untuk menjadi qori/ riah, ahli tafsir, tahfiz, khat, dan sebagainya. Untuk itu, biarlah putra daerah dengan prestasi yang pas- pasan dari pada kita memboking peserta luar daerah dengan segudang prestasi, ini merugikan anak- anak kita selain pertanggungjawabannya juga susah," tegasnya.
Untuk itu, ia berharap kedepan, peserta non putra daerah hendaknya langsung di blacklist, sehingga pada tahun- tahun mendatang tidak ada lagi daerah yang berani memasukkan peserta bukan putra daerah. (msd/anto)