Kuansing (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan kapasitas Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan materi penyuluhan keagamaan secara menarik dan relevan dengan perkembangan zaman, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluh Kab/Kota Tahun 2025, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Senin, (21/07/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dalam membuat konten digital untuk mendukung kegiatan bimbingan dan pembinaan terhadap masyarakat. Dengan kata lain, melalui kegiatan ini diharapkan para penyuluh akan mampu menyusun materi penyuluhan yang tidak monoton dan bisa menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya melalui media social.
“Mari kita senantiasa berkolaborasi, mengupdate, mengupgrade diri karena generasi sekarang ini lebih tertarik dengan konten visual. Kebanyakan orang sekarang lebih cepat membaca dan menyerap informasi dari grup-grup Whatsapp, video pendek atau media social. Oleh karena itu kita dituntut untuk kreatif agar informasi penyuluhan kita lebih cepat, tepat dan mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” imbau Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon dalam sambutannya ketika membuka kegiatan pelatihan.
“Jadi hari ini rekan-rekan penyuluh dari perwakilan kecamatan akan diberikan ilmu dan praktik oleh Narasumber kita yang luar biasa, yang sudah jauh-jauh kita datangkan dari Pekanbaru yakni tim humas Kanwil Kemenag Riau, bu Musdalifah dan Nurhasanah,” ujar Suhelmon memperkenalkan narasumber.
Bahrul Aswandi selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam juga sempat menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh dalam upaya mempercepat penyebaran tugas dan fungsi penyuluh sesuai dengan delapan poin materi penyuluhan yang harus disampaikan kepada masyarakat.
“Para penyuluh tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode konvensional dalam berdakwah atau memberikan penyuluhan. Di era digital yang penuh dinamika dan tangan ini, pentingnya penyuluh untuk memiliki pendekatan baru dalam menyampaikan pesan agama,” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Suhelmon, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan memperkuat peran penyuluh agama sebagai pewarta kebenaran dan penerang jalan umat. Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan materi tentang pengenalan konsep videografi dan teknik dasar pengambilan gambar, strategi penyampaian pesan dan tata cara penggunaan aplikasi pengeditan video serta strategi penyampaian pesan dan tata cara penggunaan aplikasi pengeditan video. (Gs)