0 menit baca 0 %

Kemenag Kuansing Gelar Pembinaan Rohani, Suhelmon Ajak ASN Peduli Korban Bencana

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dentingan lantunan ayat suci Al-Qur an menggema di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi pada Kamis (4/12/2025), menandai dimulainya rangkaian pembinaan mental dan rohani pegawai yang rutin dilaksanakan setiap pekan.


Kuansing (Kemenag) Dentingan lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi pada Kamis (4/12/2025), menandai dimulainya rangkaian pembinaan mental dan rohani pegawai yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan ini menjadi salah satu media penguatan karakter ASN yang terus dijaga konsistensinya oleh Kemenag Kuansing.

Sesi pagi itu diawali dengan tadarus Al-Qur’an secara bergiliran antar pegawai, sebagai upaya meningkatkan kedekatan dengan kitab suci sekaligus mempererat kebersamaan. Seusai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan oleh Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon, yang kembali menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan integritas dalam bekerja. “Semoga siapa pun yang membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci ini mendapatkan keberkahan,” tutur Suhelmon.

Dalam arahannya, ia juga menyampaikan pengumuman penggalangan dana dari Kementerian Agama untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta beberapa provinsi lainnya. Pegawai dianjurkan memberikan dukungan berupa dana maupun pakaian layak pakai. Untuk mempermudah penyaluran, JNE menyediakan fasilitas pengiriman pakaian secara gratis, sehingga bantuan dapat lebih cepat diterima para korban. Suhelmon menegaskan bahwa setiap sumbangan, sekecil apa pun, akan membawa manfaat besar.

Selain itu, ia menyampaikan informasi terbaru dari pusat mengenai perubahan kewenangan terkait kementerian haji dan umrah yang kini telah terpisah dari Kementerian Agama kabupaten/kota. Pegawai diminta untuk menyesuaikan proses pelayanan dan koordinasi sesuai kebijakan baru agar tidak terjadi kendala administratif. Suhelmon menilai adaptasi ini penting guna menjaga mutu pelayanan publik.