0 menit baca 0 %

Kemenag Kuansing Hadirkan Doa di Penutupan Pacu Jalur 2025, Harap Terus Membawa Manfaat

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Armadis memimpin pembacaan doa pada acara penutupan Festival Pacu Jalur Tradisional tahun 2025 yang digelar di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Minggu malam (24/08/2025).Kehadiran Ke...

Kuansing (Kemenag) Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Armadis memimpin pembacaan doa pada acara penutupan Festival Pacu Jalur Tradisional tahun 2025 yang digelar di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Minggu malam (24/08/2025).

Kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan budaya ini menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang sarat makna spiritual dan sosial. Dalam doanya, Armadis memohon kepada Allah SWT agar pacu jalur senantiasa menjadi wahana pemersatu masyarakat.

“Ya Allah Ya Dzal Jalali wal Ikram, ditempat ini kami mohon kehadirat-Mu, semoga pacu jalur ini akan tetap menjadi wadah pemersatu, pemupuk semangat kebersamaan demi melestarikan nilai gotong-royong dan nilai olahraga. Menumbuhkan nilai tradisi dan budaya yang telah tumbuh berabad lamanya sebagai warisan yang sangat berharga untuk tetap kami jaga. Jauhkan kami dari pertikaian dan perpecahan yang akan mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan kami di negeri yang kami cintai ini,” ucapnya khidmat.

Lebih lanjut, dalam doa tersebut juga terselip harapan agar ajang tahunan yang menjadi ikon budaya Riau ini terus membawa manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. “Ya Allah Tuhan Maha Pemberi Petunjuk, jadikanlah ajang pacu jalur ini sebagai perekat silaturahmi, pemersatu masyarakat, serta sarana melestarikan adat budaya yang Engkau ridhoi. Anugerahkanlah kepada kami semangat silaturahmi, persaudaraan dan kekompakan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara,” lanjutnya.

Kementerian Agama melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah mengapresiasi nilai-nilai luhur yang terpatri dalam tradisi pacu jalur. Selain sebagai perlombaan, ajang ini juga mengandung pesan moral, spiritual, dan sosial yang sejalan dengan semangat moderasi beragama, kebersamaan, serta cinta tanah air. ( GS )