0 menit baca 0 %

Kemenag Meranti Bersinergi Dengan Dinas Kesehatan, Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Dalam Bimbingan Perkawinan Pranikah Bagi Catin Angkatan II Tahun 2021

Ringkasan: Meranti (Inmas) Sebanyak 20 pasang calon pengantin yang mengikuti Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Angkatan II yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti yang di ikuti oleh catin dari Kecamatan Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi barat.

Meranti (Inmas) – Sebanyak 20 pasang calon pengantin yang mengikuti Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Angkatan II yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti yang di ikuti oleh catin dari Kecamatan Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi barat. Sabtu (22/5/2021)

 Pada kegiatan Binwin Pranikah Catin Angkatan II, Seksi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Meranti menghadirkan narasumber dari Dinkes yang bertugas di Puskesmas Selatpanjang Kota dr.Deny Fasla, yang menyampaikan, materi berkenaan dengan kesehatan reproduksi, dipandu oleh Staff Seksi Bimas Islam Amrizal.S.H.

Diawal penyampaiannya, dr.Deny Falsa menjelaskan bahwa menikah tidak hanya membutuhkan persiapan metal, tetapi kondisi fisik juga perlu mendapat perhatian. Selain menjaga kebugaran menjelang hari - H, ternyata ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh para calon suami dan istri tentang pentingnya pemahaman reproduksi pra nikah, terutama saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat menyeluruh, serta fungsi reproduksi yang normal. Jadi seseorang dengan reproduksi yg sehat, bukan hanya kondisi bebas penyakit, tetapi juga kehidupan seksual yang menyenangkan. Jika dilihat dari persiapan pernikahan, maka pemeriksaan kesehatan reproduksi (kespro) hanya sebagian dari yang dibutuhkan untuk mempersiapkan suatu pernikahan yang sehat,” terang Deny

Pernikahan bukan hanya mempersatukan dua hati yang memiliki perasaan dan tujuan hidup yang sama, namun umumnya juga bertujuan untuk menghasilkan keturunan sebagai pewaris pasangan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan lebih ditujukan untuk persiapan menghasilkan keturunan yang sehat sejahtera.

Selain itu pemeriksaan kespro juga berfungsi untuk menciptakan hubungan pernikahan yang aman, artinya bebas dari infeksi yang mungkin dibawa oleh salah satu atau kedua pasangan, dan menjaga kerhamonisan rumah tangga yang akan dibina kelak.

"Ini merupakan langkah meningkatkan pendidikan dan kesehatan, terutama kesehatan reproduksi. Jika reproduksi sehat, otomatis anak yang dihasilkan juga sehat. Hal ini bisa menghindari penyakit menular kepada anak," tegas Deny

Deny juga menjelaskan Kondisi kesehatan kedua calon pengantin penting diperhatikan sebelum menikah. Hal ini karena setelah menikah, setiap catin akan berhubungan intim secara rutin. Selain itu, kemungkinan terjadinya kehamilan pun sangat besar. Dengan pemberian vaksin, maka Catin bisa terlindung dari beberapa penyakit berbahaya.

Maka dari itu, setiap pasangan yang hendak menikah, dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan pranikah, khususnya kaum perempuan.(Tim Inmas)